“CELAKA YANG PERTAMA SUDAH LEWAT, SEKARANG AKAN MENYUSUL DUA CELAKA LAGI” (Wahyu 9:12).

Wahyu 8:13 mengumumkan bahwa tiga celaka akan menimpa mereka yang diam di bumi. Sangkakala ke lima menyusul. Sekarang di dalam Wahyu 9:12 kita tahu bahwa celaka yang pertama telah lewat, telah berlalu. Karena pernyataan yang sama terdapat di dalam Wahyu 11:14, setelah sangkakala ke enam, tampaknya jelas bahwa ke tiga celaka di dalam Wahyu 8:13 adalah sangkakala ke lima, ke enam dan ke tujuh.

Saya mendapatkan uji realitas sekitar 15 tahun lalu ketika mendengarkan seorang pengkhotbah untuk pertama kalinya. Dia memberikan pengaruh sangat luar biasa pada diri saya. Manakala dia berbicara, hati saya akan terbakar. Seakan-akan dia bisa membaca jiwa saya. Tetapi dia bukan seorang nabi atau pembaca pikiran, dia hanyalah seorang Kristen biasa yang berbicara dari hati. Apakah yang membuat khotbahnya begitu efektif? Sembilan puluh persen ilustrasi khotbahnya dari pengalaman pribadinya, hampir selalu berbicara tentang kegagalan-kegagalan bukan keberhasilannya. Itu membuat saya menguji diri sendiri. Manakala saya menyampaikan ilustrasi dari kehidupan saya sendiri, saya selalu berbicara tentang keberhasilan saya dan tidak pernah tentang kegagalan-kegagalan saya. Itu benar-benar sebuah uji realitas. Saya sadar telah menggunakan mimbar untuk memoles citra saya.

Gereja yang saya layani juga mendapat uji realitas beberapa waktu yang lalu. Berusaha memahami cara yang lebih baik untuk menjangkau mereka yang hilang, kami baru tahu bahwa Jemaat Hispanik di bagian selatan California jumlahnya berlipat ganda setiap sekitar tiga tahun sekali. Berasumsi bahwa pastinya mereka melakukan sesuatu yang tidak kami lakukan, kami pun ingin menerapkan strategi-strategi tersebut untuk pengembangan di Amerika Serikat. Namun penyelidikan mengungkapkan penemuan yang mengejutkan. Selama periode 10 tahun, tidak ada generasi Hispanik ke tiga atau ke empat (di Amerika) yang dibaptiskan. Pertumbuhan memang ada, tetapi hanya para imigran beserta anak-anak mereka yang dibaptiskan. Jelas bahwa keberhasilan di kalangan Jemaat Hispanik tidak bisa ditularkan kepada situasi normal di Amerika Serikat.

Setiap bagian Alkitab berguna untuk mengajar (2 Timotius3:16), namun ayat yang berbeda-beda diterapkan pada situasi yang berbeda-beda. Ayat-ayat seperti sangkakala ke lima dan ke enam secara khusus tidak menghibur mereka yang kehilangan atau menyemangati yang kesepian. Namun biasanya mereka berguna untuk menyadarkan orang-orang dari sikap berpuas diri. Sangkakala-sangkakala itu memberikan suatu uji realitas, memanggil kita untuk menghadapi ilusi-ilusi yang ditimbulkan oleh kemakmuran yang relatif. Kita semua bisa menarik manfaat dari uji realitas.

Tuhan, begitu mudah aku terjebak dalam sikap berpuas diri. Ketika uji realitas datang, beri aku keberanian untuk belajar dan tidak menolak.