“Dan jumlah tentara itu ialah dua puluh ribu laksa pasukan berkuda; aku mendengar jumlah mereka. Maka demikianlah aku melihat dalam penglihatan ini kuda-kuda dan orang-orang yang menungganginya; mereka memakai baju zirah, merah api dan biru dan kuning belerang warnanya; kepada kuda-kuda itu sama seperti kepala singa, dan DARI MULUTNYA ke luar api, dan asap dan belerang” (Wahyu 9:16,17).

Balatentara Setan hanya dapat dihitung menjelang zaman akhir. Mereka adalah lawan ke-144.000 orang umat Allah di zaman akhir. Orang-orang jahat memohon agar batu-batu karang dan gunung runtuh menimpa mereka (Wahyu 6:15-17) sementara kumpulan orang banyak berdiri dengan aman di samping takhta (Wahyu 7:9). Dua ratus juta kekuatan balatentara bertentangan dengan ke-144.000 orang (Wahyu 7:1-4) dan dua saksi Allah (Wahyu 11:3-6). Binatang yang ke luar dari dalam maut melambangkan orang-orang jahat (Wahyu 13), dan umat yang sisa melambangkan orang-orang benar (Wahyu 12:17).

Penglihatan dalam Kitab Wahyu cenderung tidak jelas membedakan antara yang baik dengan yang jahat. Alasan untuk ambiguitas (kemenduaan) di dalam penglihatan tersebut adalah peran tipu daya dan dusta dalam bagian sentral kitab. Menjelang zaman akhir, garis pemisah antara kebenaran dan dusta sukar untuk dibedakan.

Saya mengenal seorang pria yang pada suatu malam mengumpulkan dana untuk amal. Di suatu sudut jalan dia melihat seekor anjing besar yang garang sedang menjaga pekarangan sebuah rumah. Dia mengungkapkan kekhawatirannya pada rekannya dan memberi tanda bahwa dia tidak ingin masuk ke rumah tersebut.

Rekannya memberinya saran. “Tidak ada anjing yang akan menggigitmu jika engkau menatap tepat matanya. itu menunjukkan bahwa engkau adalah tuannya. Ayo, cobalah! Engkau bisa melakukannya. Tidak sulit!”

Pria itu agak ragu dengan saran ini, namun memutuskan melakukannya. Dia membuang rasa takutnya dan menghampiri rumah itu. Saat melewati gerbang, anjing besar itu menghampirinya. Dia memusatkan pandangannya pada anjing itu dan tetap menatap saat hewan itu berjalan memutar ke belakangnya. Dan dia terus menatap mata anjing itu saat makhluk itu memutar lebih mendekat dan menggigit bagian belakang tungkainya.

Berlebihan anjuran “tidak ada anjing yang bakalan…..” Ternyata ada fakta-fakta yang terlewatkan. Anjing itu mengidap tumor otak yang membuat perilakunya menjadi tidak normal. Terkadang apa yang tampak dari luar ternyata tidak seperti yang kelihatan. Saat kita semakin mendekati zaman akhir, Setan akan melakukan apa pun juga untuk memerdaya kita. Hanya karena sesuatu itu tampaknya rohani tidak berarti itu akan menghormati atau memuliakan Tuhan. Firman Allah adalah penjaga terbaik kita terhadap tipu daya Setan.

Tuhan, saat aku menghadapi tantangan-tantangan dalam hidup hari ini, jagalah agar pikiranku tetap terang melalui Firman-Mu.