“Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, TIDAK JUGA BERTOBAT dari perbuatan tangan mereka; mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan, dan MEREKA TIDAK BERTOBAT dari pada pembunuhan, sihir, percabulan, dan pencurian” (Wahyu 9:20,21).

Ini benar-benar ayat yang luar biasa. Di sini orang-orang mengalami masa kesukaran yang mengerikan. Para perusak yang jumlahnya ratusan juta telah menyerang mereka (Wahyu 9:16). Api, asap, belerang, dan kuda-kuda apokaliptik dengan ekor seperti ular yang menggigit telah menyerang mereka. Sepertiga umat manusia musnah karena berbagai macam kesukaran. Orang akan mengira umat manusia yang sisa akan jauh lebih menderita trauma karena peristiwa-peristiwa ini dibandingkan penduduk Kota New York pada tanggal 11 September 2001. Namun demikian mereka tetap menolak untuk bertobat. Luar biasa.

Suatu hari, seorang pendeta menerima permohonan untuk mengunjungi George (bukan nama sebenarnya) di unit perawatan intensif. Pendeta baru tahu bahwa usia George 47 tahun, tetapi saat memasuki bangsal pendeta itu berpikir dia sedang berada di tempat yang salah. Si pasien kelihatan berumur lebih dari 60 tahun, namun demikian daftar pasien mengindikasikan bahwa sang pendeta berada di tempat yang benar, dan pria itu menjawab saat disapa dengan nama yang tertulis pada daftar pasien itu.

George terbalut selimut dan bicara pelan sedang sekarat. Gemetar dan putus asa, seakan-akan setiap saat napasnya bisa putus. Dengan terengah-engah dia berkata, “Saya ingin menata hidup saya…..saya ingin berubah.”

Allah bisa bekerja dengan mudah bagi orang-orang seperti George. Pria ini menyadari kebutuhannya akan Allah. Dia berada di hari ke lima program detoksifikasi dari kecanduan alkohol. Tubuhnya telah terbiasa “terendam” alkohol. Tubuh, pikiran, dan jiwanya semuanya menolak detoksifikasi itu. George merasa seakan-akan dia tidak akan hidup lagi. Orang-orang seperti dia jelas-jelas mendengar panggilan Allah untuk bertobat dan menetapkan arah baru bagi hidup mereka.

Hal yang luar biasa dengan ayat hari ini adalah menggambarkan suatu masa dalam sejarah dunia di mana kebanyakan manusia mengalami apa yang dialami George, namun masih menolak untuk bertobat. Adalah mustahil mengabaikan panggilan Allah, namun banyak orang berulangkali merasa belum cukup untuk Allah bisa bekerja bagi diri mereka. Saya lebih memiliki untuk mengindahkan Dia pada masa-masa senang.

Tuhan, terima kasih atas panggilan-Mu kepadaku hari ini. Aku telah menetapkan hati untuk mendengar suara-Mu dan bertobat hari ini. Ajari aku apa yang perlu aku lakukan.