IMG_3213
Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka; mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan BERHALA-BERHALA DARI EMAS DAN PERAK, DARI TEMBAGA, BATU DAN KAYU YANG TIDAK DAPAT MELIHAT AATAU MENDENGAR ATAU BERJALAN, dan mereka tidak bertobat dari pada pembunuhan, sihir, percabulan, dan pencurian.” (Wahyu 9:20,21)

Kita membangun gambaran-gambaran untuk menghormati mereka yang kita kagumi atau mengutamakan tujuan yang dengan senang hati kita akan mengorbankan waktu, upaya, dan uang untuk mencapainya. Saudara lelaki seorang teman menghabiskan banyak hidupnya untuk memuaskan kekagumannya kepada para pembalap serta mesin-mesin yang mereka ciptakan. Saat tumbuh dewasa, Tom memenuhi kamar tidur yang dihuninya bersama saudara lelakinya dengan foto-foto para pembalap. Foto-foto itu menghormati para idolanya, seperti “Melrose Missile,” Jungle Jim Lieberman,” serta “Willie Borsch bertangan satu.” Foto-foto itu menampilkan para pembalap terkenal melaju di tengah kepulan asap saat mereka tancap gas di landasan pacu.

Saat dewasa, ternyata Tom menjadi seorang montir yang hebat dan berhasil mengumpulkan sarana di Rapid City, South Dakota, untuk mendirikan peringatan bagi olahraga favoritnya. Toko milik Tom berupa bangunan logam besar yang menampung beberapa mobil. Tempat itu sangat rapih, dengan lantai beton yang bersih serta ruangan yang dapat menampung semua hal-hal yang telah dikumpulkannya bertahun-tahun. Hampir setiap inci dindingnya dipadati foto, model, atau beberapa hal tentang olahraga balap mobil.

Terletak di tengah-tengah toko itu adalah Chevy Vega berkekuatan 850 daya kuda. Saat distarter terdengan bunyi gemuruh yang menggelegar di seluruh bangunan. Para sahabat menjuluki toko milik Tom “kuil,” julukan yang tepat mengingat pengabdiannya pada olah raga ini.

Gambaran-gambaran yang kita dirikan seringkali harfiah : Monumen, plakat, dan sebagainya, serta “kuil-kuil” sebagaimana penghormatan Tom terhadap olahraga balap mobil Amerika. Dan lagi, kita bisa mendirikan kuil-kuil dalam hati kita yang entah berdampak baik atau buruk. Bangsa Jerman mengidolakan Adolf Hitler, yang membawa pada kehancuran negeri mereka. Kaum muda seringkali mengidolakan selebriti-selebriti yang mengajarkan nilai-nilai tidak baik bagi mereka. Di lain pihak, “kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar” (2 Kor. 3:18). Berhala tidak hanya mengungkapkan pemikiran-pemikiran kita yang terdalam, tetapi juga membantu menentukan jadi siapa diri kita.

Tuhan, aku tidak ingin seperti orang-orang dalam sangkakala keenam yang menolak membuang berhala-berhala yang membawa kepada kehancuran. Aku memilih untuk memusatkan hidupku terfokus pada Yesus hari ini.