IMG_3213
“Dan aku melihat seorang MALAIKAT LAIN YANG KUAT turun dari surga, berselubungkan awan, dan pelangi ada di atas kepalanya dan mukanya sama seperti matahari, dan kakinya bagaikan tiang api. Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka. Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi, dan ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum…” (Wahyu 10:1-3).

Banyak komentator melihat malaikat yang kuat ini merujuk kepada Yesus. Di sini kita menemukan persamaan kuat dengan Dia yang “seperti anak manusia” di dalam Wahyu 1:12-20. Malaikat ini seperitnya figure yang sama dengan yang menampakkan diri kepada Yohanes di Patmos. Seperti Yahweh zaman Perjanjian Lama, Dia menjadikan awan-awan sebagai kereta perang-Nya (Mzm. 104 : 3). Penampilannya juga mengingatkan kita pada wajah Yesus saat dimuliakan di puncak gunung di dalam Matius 17:2. Jadi malaikat yang kuat ini mewakili Yesus Kristus. Sebagai Anak Domba, Yesus memegang gulungan kitab yang dimeterai dalam Wahyu 5, dan sekarang sebagai malaikat yang kuat Dia menggenggam gulungan kitab yang terbuka. Dialah yang paling mengagumkan yang pernah hidup di dunia ini.

Pegolf professional Tiger Woods menyimpan kekaguman yang sangat besar. Saat menghabiskan tiga hari di pelatihan militer intensif di Fort Bragg di North Carolina, dia bangun pagi-pagi untuk jogging sejauh empat mil, menembakan senjat api, bahkan terjun dua kali dari pesawat terbang. Mengapa ? Karena dia ingin mengapresiasi pengorbanan dan bakti ayahnya kepada Negara semasa bertugas di kemiliteran. Orang-orang takjub bahwa seorang selebriti multimiliuner bersedia menempuh begitu banyak kesukaran agar mengalami seperti apa rasanya kehidupan bagi seorang lain. Tetapi sebuah tajuk berita membuat kekaguman terhadap Woods menjadi bukan apa-apa. Pat Tillman, mantan pemain bertahan belakang NFL untuk Arizona Cardinals, menolak kontrak senilai 3,6 dolar juga lalu masuk ketentaraan. Saat membuat keputusan itu, dia menolak permohonan media untuk meliput pelatihan dan penempatannya. Dia tidak menginginkan perhatian khusus, memilih diperlakukan sama seperti serdadu-serdadu lain. Tillman bertugas di perbatasan Afganistan dan Pakistan saat para pemberontak menyerang patrolinya. Pada usia 27 tahun, Tillman tewas dalam suatu bentrokan senjata.

Seringkali ktia mengagung-agungkan para selebriti atas kesuksesan mereka dalam hal-hal sepele. Pahlawan yang sejati mempertaruhkan nyawa mereka untuk tujuan yang jauh lebih besar. Pahlawan terbesar adalah Dia yang mati agar kita semua boleh hidup. Dialah yang pantas mendapatkan kekagumana dan perhatian kita.

Tuhan, sering aku mengagumi pencapaian orang-orang lain namun mengabaikan apa yang telah Engkau lakukan bagiku. Ampuni fokusku yang salah arah itu. Aku memilih Engkau menjadi yang terutama.