“Dan sesudah ketujuh guruh itu selesai berbicara, aku mau menuliskannya, tetapi aku mendengar suatu suara dari sorga berkata : ‘METERAIKANLAH APA YANG DIKATAKAN OLEH KETUJUH GURUH ITU DAN JANGANLAH ENGKAU MENULISKANNYA!’” (Wahyu 10:4).

Saat orang-orang dihadapkan pada keterbatasan pemahaman mereka, sering mereka tergoda menyerah untuk memahami Alkitab. Untungnya, sebagian besar kita tidak ingin menyerah. Ada sesuatu di dalam jiwa manusia yang terus-menerus mencari-cari pertanyaan dan menuntut jawaban. Tetapi saat kita mempelajari Alkitab, kita menghadapi satu bahaya yaitu menafsirkannya sesuai keinginan kita. Kita terfokus pada bukti yang bisa mendukung kita, dan mengabaikan bukti yang tidak mendukung kita.

Cara yang lebih baik untuk memahami Alkitab adalah dengan pendekatan gambaran keseluruhan dari ayat Alkitab. Bacalah secara umum ketimbang secara selektif terfokus pada sebagian kecil darinya. Berusahalah menemukan apa yang dimaksud setiap penulis Alkitab, bukannya memaksakan ide-ide pada zaman kita. Cobalah untuk terbuka pada keseluruhan ayat, bukannya memilah-milah apa yang tampaknya bagus untuk kita sepintas lalu. Hasilnya, kita akan mendasarkan pemahaman kita pada apa yang jelas, bukannya berusaha mengartikan hal-hal yang kurang begitu jelas menurut pengertian kita.

Bagaimana saya mempelajari metode ini? Suatu hari di Brooklyn, New York, saya dikunjungi seorang Saksi Yehova. Saya memutuskan meluangkan waktu mempelajari Alkitab bersamanya. Hal menarik terjadi. Kami berbeda pendapat mengenai setiap ayat Alkitab yang kami telaah. Karena kesal, saya menyarankan sesuatu yang radikal. “ Jika memang Alkitab adalah sumber kebenaran satu- satunya, “ kata saya, “maka tidak ada organisasi yang diizinkan untuk mengontrol apa yang Alkitab katakan. “ Dia sepakat dengan saya. Jadi saya menyarankan kami bedua mengesampingkan semua buku-buku dan artikel mengenai Alkitab dan hanya membaca Perjanjian Baru, atau apakah itu mewakili apa yang telah diajarkan seseorang kepada saya?”. Kami berdua mendapati bahwa Alkitab, saat dibaca secara umum, akan sangat berbeda dengan jika Anda mencomot satu ayat di sini dan satu ayat di sana lalu menggabungkannya.

Nah, saya tidak tahu apa dampak perjumpaan kami bagi Saksi Yehovah itu berikutnya, tapi saya tahu bahwa itu telah mengubah hidup saya. Saya belajar menguji setiap opini yang saya pertahankan sehubugan dengan Alkitab melalui pengajaran-pengajaran ayat ini dalam konteks terluasnya. Saat saya mulai melakukan ini, saya pun takjub menyaksikan apa yang terlewatkan. Seperti yang Allah firmankan : “Pikiran-Ku bukanlah pikiranmu” (Yes. 55:8).

Tuhan, tolonglah aku untuk membaca Alkitab sedemikian rupa sehingga aku terbuka pada kemungkinan belajar sesuatu! Kenyangkan aku dengan segala kebenaran yang sanggup aku terima, lalu tolong aku untuk patuh.