“Dan malaikat yang kulihat berdiri di atas mengangkat tangan kanannya  ke langit, dan ia bersumpah demi Dia yang hidup sampai selama-lamanya, yang telah menciptakan langit dan segala isinya, dan bumi dan segala isinya, dan laut dan segala isinya, katanya : “Tidak akan ada penundaan lagi!’ TETAPI PADA WAKTU BUNYI SANGKAKALA DARI MALAIKAT YANG KETUJUH, yaitu apabila ia meniup sangkakalanya, MAKA AKAN GENAPLAH KEPUTUSAN RAHASIA ALLAH, seperti yang telah Ia beritakan kepada hamba-hamba-Nya, yaitu para nabi” (Wahyu 10:5-7).
 
Kawan saya, Jim, sedang berjalan-jalan menyusuri sebuah pemakaman Amerika, yang menghadap ke Pantai Normandia di bagian utara Perancis. Ribuan serdadu Amerika kehilangan nyawanya mereka pada tanggal 6 Juni 1944, dan beberapa hari berikutnya.  Para pemuda yang penuh dedikasi dan komitmen, besedia mempertaruhkan segalanya di negara yang jauh dari keluarga, rumah, dan sahabat-sahabat mereka untuk membebaskan sebuah Negara dari imperialisme kejam yaitu Nazi Jerman.
 
Saat menyusuri ribuan salib-salib putih yang berjejer rapi, ada satu yang menarik perhatian Jim, Bunyinya :
 
                                                                Burnell W. Coolen
                                                                Pvt. 8 Inf. 4 Div
                                                                Massachussets, 21 Juni 1944
 
Jim menyadari dengan takjub bercampur hormat bahwa prajurti ini meninggal tepat enam ahun sebelum dia dilahirkan.  Karena Prajurit Coolen bersedia mati pada hari ulang tahun Jim, Jim dilahirkan dalam kondisi merdeka, dan bukan berada di bawah penindasan swastika.  Sementara Burnell W. Coolen gugur di Normandia, tidak terbayangkan olehnya bahwa lebih dari 60 tahun kemudian, nama dan tindakan heroiknya akan tertera dalam buku yang akan dibaca di seluruh dunia.  Namun memang begitulah tindakan yang penuh dedikasi sering menerima imbalannya.  Lama setelah sang aktor telah berlalu dari panggung kehidupan, tindakan beraninya masih menginspirasi orang-orang.
 
Dalam Perjanjian Baru, “keputusan rahasia Allah” adalah Injil, sesuatu yang tersembunyi di masa lalu, namun disoroti melalui pernyataan Yesus Kristus (Rm. 16:25,26).  Menurut Kitab Wahyu, suatu pernyataan terakhir Injil akan terjadi tepat sebelum sangkakala terakhir ditiup.  Injil itu mengatakan kepada kita bahwa Seseorang rela mati demi Anda dan saya, jauh dari tempat kediaman-Nya, agar kita boleh hidup di dalam kemerdekaan dan membuat perbedaan di dunia ini.
 
Tuhan, aku ingin menapaki jejak kaki Dia yang telah mati bagiku.  Aku akan menerima perintah-Nya saat aku semakin mendekati peristiwa-peristiwa terakhir sejarah dunia.  Tolong aku untuk tetap selaras dengan irama-Nya hari ini.