Berabad-abad yang lalu, Tuhan menuliskan Hukum-Hukum-Nya di atas batu, dan Anda masih diharapkan-Nya untuk menuruti kesepuluh hukum itu sekarang ini! Melanggar bagian mana pun dari Hukum Tuhan selalu membawa akibat-akibat negatif. Di zaman di mana kriminalitas menguasai kota-kota kita, bukankah masuk akal bahwa supaya aman dan damai kita harus mematuhi hukum pidana? Ya, prinsip yang sama juga berlaku bagi Hukum Tuhan – yang biasa disebut Sepuluh Hukum – dalam hidup kita! Sepuluh Hukum Tuhan tak pernah disebut 10 Usul, 10 Rekomendasi, atau 10 Ide Hebat. Sepuluh Hukum itu tak bisa diubah! Karena akibat-akibat yang begitu besar bagi Anda pribadi, Anda harus meluangkan waktu untuk betul-betul mempelajari tanggungjawab Anda kepada Tuhan itu (10 Hukum).

1. Apakah Tuhan Sendiri yang menuliskan Sepuluh Hukum itu?

 

“Dan TUHAN memberikan kepada Musa… kedua loh hukum Tuhan, loh batu, yang ditulisi oleh jari Tuhan.” “Kedua loh itu ialah pekerjaan Tuhan dan tulisan itu ialah tulisan Tuhan, ditukik pada loh-loh itu.” (Keluaran 31:18; 32:16).
Jawab: Ya, Tuhan Yang Maha Esa menuliskan Sepuluh Hukum di atas loh batu dengan jari-Nya sendiri.

loh batu

Keterangan Gambar :
Kedua loh itu adalah pekerjaan Tuhan (karya Tuhan).

 

2. Apa arti dosa menurut Tuhan?

“Dosa ialah pelanggaran hukum Allah.” (1 Yohanes 3:4).

Jawab:

Dosa ialah pelanggaran Sepuluh Hukum Tuhan. Dan karena Hukum Tuhan itu sempurna (Mazmur 19:8), maka hal itu mencakup semua dosa yang mungkin muncul di alam semesta. Tidak mungkin melakukan dosa yang tidak dinyatakan oleh minimal satu dari Sepuluh Hukum Tuhan. Hukum itu mencakup semua “kewajiban setiap orang”. (Pengkhotbah 12:13). Tak ada yang ketinggalan.

hkm 10

Keterangan Gambar :
Dosa ialah pelanggaran Sepuluh Hukum Tuhan.

 

3. Kenapa Tuhan memberi kita Sepuluh Hukum?

“Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.” (Amsal 29:18).”Biarlah hatimu memelihara perintahku, karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu.” (Amsal 3:1, 2).

 

Jawab:

A. Sebagai penuntun menuju hidup yang bahagia dan berkelimpahan.

Tuhan menciptakan kita untuk menikmati sukacita, kedamaian, umur panjang, kelimpahan, prestasi, dan semua berkat-berkat murni lainnya yang diinginkan hati kita. Hukum Tuhan adalah peta yang menunjuk pada jalan yang benar untuk diikuti supaya mendapatkan kebahagiaan yang sejati dan tak tertandingi.

 

“… justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.” (Roma 3:20).“Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: “Jangan mengingini!” (Roma 7:7).

org

Keterangan Gambar :
Kebahagiaan hati menjadi milik orang-orang yang mematuhi 10 Hukum.

 

 

B. Untuk menunjukkan perbedaan antara yang benar dan yang salah.

Sepuluh Hukum Tuhan bagaikan cermin (Yakobus 1:23-25). Menunjukkan kesalahan-kesalahan dalam hidup kita seperti cermin menunjukkan noda di wajah kita. Satu-satunya cara bagi seseorang agar tahu apakah dia berdosa adalah dia harus mengecek hidupnya dengan cerminan 10 Hukum Tuhan. Harapan bagi generasi yang merosot dan kacau ini terdapat pada 10 Hukum Tuhan. Sepuluh Hukum Tuhan menunjukkan di mana perbedaan antara yang benar dan yang salah!

 

“TUHAN, Allah kita, memerintahkan kepada kita untuk melakukan segala ketetapan itu [Sepuluh Hukum] … supaya senantiasa baik keadaan kita…” (Ulangan 6:24).

 

“Sokonglah aku, supaya aku selamat; aku hendak bersukacita dalam ketetapan-ketetapan-Mu senantiasa. Engkau menolak semua orang yang sesat dari ketetapan-ketetapan-Mu…” (Mazmur 119:117, 118).

mobl

Keterangan Gambar :
Hukum Tuhan adalah peta yang menunjukkan jalan menuju hidup yang bahagia.

C. Untuk melindungiku dari bahaya dan kesusahan.

Sepuluh Hukum Tuhan bagaikan kandang kokoh di kebun binatang, yang melindungi kita dari hewan-hewan buas. Sepuluh Hukum Tuhan melindungi kita dari ketidaksetiaan, kebohongan, pembunuhan, berdoa di depan patung, pencurian, dan banyak lagi hal-hal jahat yang menghancurkan hidup, kedamaian, dan sukacita. Semua hukum yang baik selalu melindungi warganya dari kejahatan, dan Sepuluh Hukum Tuhan juga melindungi warga kerajaan-Nya dari kejahatan.

 

Catatan Penting: Prinsip-prinsip kekal Kesepuluh Hukum Tuhan sebenarnya dituliskan di dalam hati setiap manusia oleh Tuhan yang menciptakan kita. Tulisan itu mungkin saja sudah tidak jelas dan sudah tercemar, tapi selalu ada di lubuk hati kita yang paling dalam. Ini berarti, tentu saja, Anda tak bisa menemukan kedamaian sejati kecuali Anda bersedia untuk hidup selaras dengan hati nurani Anda, yang sudah ditulisi Sepuluh Hukum oleh Tuhan. Kita diciptakan untuk hidup dalam keselarasan dengan Sepuluh Hukum itu. Waktu kita memilih untuk mengabaikannya, hasilnya adalah stres, kegelisahan, dan tragedi – sama seperti bila kita mengabaikan peraturan-peraturan lalu-lintas akan menuntun kita kepada masalah-masalah serius.

 

4. Kenapa Hukum Tuhan sangat penting bagiku secara pribadi?

“Berkatalah dan berlakulah seperti orang-orang yang akan dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang.” (Yakobus 2:12).

 
Jawab: Karena Sepuluh Hukum adalah standar yang digunakan Tuhan untuk memeriksa manusia dalam penghakiman Tuhan. Apakah Anda memenuhi standar itu? Ini masalah hidup-atau-mati!

fh

Keterangan Gambar :
Sepuluh Hukum melindungi kita dari jerat Setan bagai sebuah kandang melindungi kita dari binatang buas.

 

5. Bisakah Hukum Tuhan diubah atau disingkirkan?

“Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.” (Lukas 16:17). “Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah.” (Mazmur 89:35).

“Segala titah-Nya teguh, kokoh untuk seterusnya dan selamanya.” (Mazmur 111:7, 8).

Jawab: Tidak. Alkitab sangat jelas dalam hal ini. Jika Sepuluh Hukum itu bisa diubah, Tuhan Sang Bapa pasti akan mengubahnya sewaktu Adam dan Hawa berdosa dan tidak perlu mengirim Tuhan Sang Anak untuk mati sebagai ganti orang berdosa untuk membayar tuntutan bagi hukum yang telah dilanggar itu. Tapi Sepuluh Hukum tidak mungkin diubah, sebab Sepuluh Hukum bukanlah hukum yang memiliki awal. Sepuluh Hukum adalah pernyataan prinsip-prinsip sifat Tuhan yang suci yang akan selalu ada selama Tuhan ada. Dan karena Tuhan itu ada sampai selamanya, maka Sepuluh Hukum juga akan ada untuk selamanya.

jes

Keterangan Gambar :
Kematian Yesus Kristus adalah bukti bahwa Sepuluh Hukum tak bisa diubah.

 

Perhatikan pada tabel berikut bahwa Tuhan dan Hukum-Nya memiliki sifat-sifat yang sama. Tahukah Anda apa artinya? Sepuluh Hukum adalah sifat-sifat Tuhan dalam bentuk tertulis – tertulis supaya kita bisa memahaminya. Mengubah Hukum Tuhan dan mengubah Tuhan adalah hal yang tidak mungkin. Yesus Kristus datang untuk menunjukkan pada kita seperti apa Hukum itu (yang merupakan standar hidup suci) dalam wujud manusia. Sifat-sifat Tuhan tak mungkin berubah. Begitu juga Sepuluh Hukum Tuhan, sebab Sepuluh Hukum itu adalah karakter-Nya dalam bahasa manusia.

Tuhan itu…

Sepuluh Hukum itu…

Baik Lukas 18 : 19 1 Timotius 1 : 18
Kudus Yesaya 5 : 16 Roma 7 : 12
Sempurna Matius 5 : 48 Mazmur 19 : 7
Murni 1 Yohanes 3 : 2, 3 Mazmur 19 : 8
Adil Ulangan 32 : 4 Roma 7 : 12
Benar Yohanes 3 : 33 Mazmur 19 : 9
Rohani 1 Korintus 10 : 4 Roma 7 : 14
Kebenaran Yeremia 23 : 6 Mazmur 119 : 172
Setia 1 Korintus 1 : 9 Mazmur 119 : 86
Kasih 1 Yohanes 4 : 8 Roma 13 : 10
Tidak Berubah Yakobus 1 : 17 Matius 5 : 18
Kekal Kejadian 21 : 33 Mazmur 111 : 7, 8

6. Apakah Tuhan Yesus Kristus menyingkirkan Hukum Tuhan sewaktu Dia hidup di bumi ini sebagai manusia biasa?

 

“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk me-niadakan hukum Taurat… Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya… selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.” (Matius 5:17, 18).

 

Jawab: Tidak. Yesus dengan jelas mengatakan bahwa Dia tidak datang untuk meniadakan Sepuluh Hukum, tapi untuk menggenapi (mematuhi) Sepuluh Hukum. Bukannya menghapus Sepuluh Hukum, Tuhan Yesus Kristus malah memperjelasnya bagai seseorang memperjelas tulisan dengan kaca pembesar (Yesaya 42:21) sebagai pedoman yang sempurna untuk hidup benar. Misalnya, Yesus Kristus menunjukkan bahwa “Jangan membunuh” juga berarti “marah kepada orang lain tanpa alasan” (Matius 5:21, 22) dan “membenci” (1 Yohanes 3:15), dan bahwa nafsu seks di dalam hati kepada orang yang bukan suami/isteri yang sah adalah perzinahan (Matius 5:27, 28). Dia mengatakan, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” (Yohanes 14:15).

jess

Keterangan Gambar :
Yesus Kristus adalah Sepuluh Hukum yang terwujud dalam diri manusia.
Bila Roh Kudus ada dalam hatiku, mematuhi Sepuluh Hukum menjadi sukacita.

7. Apakah orang yang secara sadar terus-menerus melanggar satu saja dari Sepuluh Hukum itu akan diselamatkan Tuhan?

“Upah dosa ialah maut.” (Roma 6:23).

“TUHAN datang… dengan murka yang menyala-nyala, untuk membuat bumi menjadi sunyi sepi dan untuk memunahkan dari padanya orang-orang yang berdosa.” (Yesaya 13:9).

“…Barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.” (Yakobus 2:10).

 

Jawab: Tidak. Orang itu akan binasa. Sepuluh Hukum adalah pedoman yang harus kita gunakan untuk menemukan jalan menuju hidup yang suci. Jika aku melanggar bahkan satu saja dari Sepuluh Hukum, aku mengabaikan satu bagian dari pola atau petunjuk Tuhan. Jika satu saja mata rantai itu putus, seluruh Hukum itu menjadi hancur. Alkitab mengatakan bahwa waktu kita secara sadar melanggar Hukum Tuhan, kita berdosa (Yakobus 4:17), sebab kita sudah menolak kehendak-Nya bagi kita. Hanya orang yang melakukan kehendak-Nya yang dapat masuk ke kerajaan-Nya. Orang yang terus-menerus berbuat dosa pada akhirnya akan binasa.

kpl

Keterangan Gambar :
Sepuluh Hukum bagaikan rantai. Jika satu saja mata rantainya putus, Hukum itu menjadi hancur.

 

8. Bisakah seseorang diselamatkan dengan menuruti Sepuluh Hukum Tuhan?

“Sebab tidak seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Tuhan oleh karena melakukan hukum Taurat…” (Roma 3:20).

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Tuhan, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” (Efesus 2:8, 9).

 

Jawab:

Tidak! Jawabannya sangat sederhana. Tak ada yang bisa selamat karena menuruti Sepuluh Hukum. Keselamatan hanya diperoleh melalui kasih karunia (anugerah), sebagai pemberian gratis dari Tuhan melalui kematian Yesus Kristus, dan kita menerima pemberian ini melalui iman, bukan melalui perbuatan baik atau penurutan pada Hukum. Hukum berfungsi hanya sebagai cermin untuk menunjukkan dosa di dalam hidup kita. Penyucian hati dan pengampunan dosa datang hanya melalui kematian Yesus Kristus.

akado

Keterangan Gambar :
Pengampunan dosa adalah betul-betul nyata, sama seperti hadiah yang kita terima pada hari ulang tahun. Hadiah itu gratis, khusus disiapkan bagi kita oleh Yesus Kristus.

9. Lantas kenapa Sepuluh Hukum itu sangat penting untuk menyempurnakan sifat umat Tuhan?

“Takutlah akan Tuhan dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah Kewajiban setiap orang.” (Pengkhotbah 12:13).

“Justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.” (Roma 3:20).
Jawab: Karena pola seutuhnya, seluruh kewajiban umat Tuhan terkandung dalam Hukum Tuhan. Seperti anak 6 tahun yang membuat garis-garis pengukur tinggi badan menurut kemauannya sendiri, lalu berdiri di depan garis-garis itu, dan mengatakan bahwa tingginya 12 kaki (3m 60 cm) berdasarkan garis-garis itu; standar yang kita ciptakan sendiri pasti tidak aman. Aku tidak tahu apakah aku orang berdosa kalau aku tidak menatap dengan seksama standar yang sempurna – cermin itu – sepuluh Hukum Tuhan. Jutaan orang yang telah “mengusir setan”, bernubuat, dan melakukan banyak mujizat dalam nama “Tuhan” akan binasa (Matius 7:21-23) karena mereka tidak mau menyelidiki hidup mereka, apakah mereka hidup sesuai dengan standar itu – Hukum Tuhan.Oleh karena itu, mereka berpikir bahwa mereka orang benar dan pasti selamat, padahal mereka orang berdosa dan akan binasa. “Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Tuhan, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya.” (1 Yohanes 2:3).

ank

Keterangan Gambar :
Standar yang kita tentukan sendiri pasti tidak aman. Aku tidak tahu apakah aku berdosa atau tidak kalau aku tidak menatap cermin yang sempurna – 10 Hukum – dengan seksama.

10. Apa yang memungkinkan umat Tuhan yang sungguh-sungguh bertobat untuk mengikuti pola itu – Hukum Tuhan?

“Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka…” (Ibrani 8:10).

“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:13).

“Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri… supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita.” (Roma 8:3, 4).

 

Jawab:

Yesus Kristus bukan cuma mengampuni orang ber-dosa yang bertobat, tapi Dia juga memulihkan mereka kembali kepada rupa Tuhan. Dia membawa orang berdosa ke dalam keselarasan dengan Hukum-Nya melalui hadirat Roh Kudus dalam hati kita. “Jangan mencuri… jangan membunuh…” lantas berubah menjadi janji bahwa umat Tuhan tidak akan mencuri, membunuh, berdusta, dll. karena sifat-sifat Yesus Kristus hidup di dalam hati manusia dan membuat orang itu mengasihi Tuhan sehingga tidak mau lagi berbuat dosa. Tuhan tidak mungkin mengubah Sepuluh Hukum-Nya, tapi Dia membuat janji melalui Yesus Kristus untuk mengubah orang berdosa supaya dia bisa mencapai standar itu (Sepuluh Hukum).

nenek

Keterangan Gambar :
Dengan Roh Kudus di dalam hati kita, masa lalu yang kelam digantikan oleh ketidakberdosaan Yesus Kristus (hadirat Roh Kudus) dalam hati kita yang memungkinkan kita untuk menang melawan godaan untuk berbuat dosa.

cermn

Keterangan Gambar :
Sepuluh Hukum berfungsi sebagai cermin untuk menunjukkan dosa dalam hidup kita. Ketika orang berdosa yang bertobat datang kepada Yesus Kristus, Dia memulihkan rupa Tuhan dalam diri mereka, membawa mereka ke dalam keselarasan dengan Hukum-Nya melalui kuasa Roh Kudus yang hadir dalam hati mereka.

 

11. Tapi bukankah umat Tuhan yang percaya kematian Yesus Kristus menghapus dosa masa lalunya dan hidup di bawah kasih karunia membolehkannya untuk tidak perlu lagi menuruti Sepuluh Hukum?

 

“Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa [pelanggaran hukum Tuhan – 1 Yohanes 3:4], karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia. Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa [melanggar hukum Tuhan], karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak!” (Roma 6:14, 15). “Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.” (Roma 3:31).

 

Jawab: Tidak! Alkitab mengajarkan yang sebaliknya. Kasih karunia Tuhan itu bagaikan surat amnesti untuk seorang pelanggar hukum. Surat itu mengampuni dia, tapi tidak memberinya kebebasan untuk melanggar satu saja ayat di dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Orang yang sudah diampuni, hidup di bawah kasih karunia, malah berada di bawah kewajiban ganda untuk mematuhi hukum. Seseorang yang menolak untuk mematuhi hukum Tuhan, dengan mengatakan bahwa dia kan hidup di bawah kasih karunia, melakukan kesalahan yang fatal.

palu

Keterangan Gambar :
Surat amnesti membebas-kan seorang tahanan, tapi tidak memberinya kebebasan untuk melanggar hukum lagi.

12. Apakah Sepuluh Hukum Tuhan tetap ada di zaman Perjanjian Baru (zaman sejak Yesus Kristus lahir hingga sekarang)?

jesus

Jawab: Ya, dan itu sangat jelas. Baca yang berikut ini dengan sangat teliti.

 

PERJANJIAN BARU

 

PERJANJIAN LAMA

Keluaran 20:3-17

“Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (Matius 4:10). 1

 

 

Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.

 

“Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala [patung].” (1 Yohanes 5:21).

“Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia.” (Kisah Para Rasul 17:29).

“Sementara Paulus menantikan mereka di Atena, sangat sedih hatinya karena ia melihat, bahwa kota itu penuh dengan patung-patung berhala.” (Kisah Para Rasul 17:16).

2 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Tuhan yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.
“agar nama Allah dan ajaran kita jangan dihujat orang.” (1 Timotius 6:1). 3 Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
“Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas: “Dan Allah berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya.” Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya.” (Ibrani 4:4, 9, 10). 4 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:

enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,

tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.

Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

“hormatilah ayahmu dan ibumu.”(Matius 19:19). 5 Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
“Jangan membunuh” (Roma 13:9). 6 Jangan membunuh.
“Jangan berzinah” (Matius 19:18). 7 Jangan berzinah.
“jangan mencuri” (Roma 13:9). 8 Jangan mencuri.
“jangan mengucapkan saksi dusta” (Roma 13:9). 9 Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
“Jangan mengingini!” (Roma 7:7). 10 Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu.

 

13. Apakah Hukum Tuhan dan hukum Taurat Musa adalah satu hal yang sama?

Jawab: Tidak. Pelajari catatan berikut dengan teliti.

 

Hukum Musa adalah hukum upacara yang bersifat sementara yang berlaku di zaman Perjanjian Lama. Hukum Musa mengatur keimamatan, kurban-kurban, upacara-upacara, persembahan-persembahan daging kurban dan korban curahan, dan macam-macam lagi, semuanya hanyalah lambang yang menggambarkan Kurban Yesus Kristus di Golgota. Hukum upacara Musa ini ditambahkan kepada Sepuluh Hukum “sampai datang keturunan yang dimaksud oleh janji itu”, dan keturunan itu adalah Yesus Kristus (Galatia 3:16, 19). Upacara-upacara dari hukum Musa menunjuk kepada kematian Yesus Kristus. Sewaktu Dia mati, hukum Musa berakhir, tapi Sepuluh Hukum (Hukum Tuhan) “kokoh untuk seterusnya dan selamanya” (Mazmur 111:8). Bahwa hukum Musa dan Sepuluh Hukum Tuhan adalah dua hal yang berbeda dinyatakan dengan jelas dalam Daniel 9:10, 11.

 

Catatan: Perhatikan bahwa Sepuluh Hukum Tuhan ada sejak ada dosa. Alkitab mengatakan, “di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran [dosa].” (Roma 4:15). Jadi Sepuluh Hukum Tuhan ada sejak semula. Manusia melanggar Sepuluh Hukum (berdosa – 1 Yohanes 3:4). Karena dosa (pelanggaran Hukum Tuhan), hukum Musa diberikan (“ditambahkan” – Galatia 3:16, 19) sampai Yesus Kristus berubah jadi manusia, datang ke bumi dan mati. Dua jenis hukum ada di sini: Sepuluh Hukum Tuhan dan hukum upacara Musa.

batu

Keterangan Gambar :
Upacara kurban, dan ritual lainnya menunjuk kepada kematian Yesus Kristus.

 

Hukum Taurat Musa

(peraturan-peraturan upacara)

Taurat Tuhan / Hukum Tuhan

(Sepuluh Hukum Tuhan)

Disebut “Hukum Musa” atau

“Hukum Taurat Musa”

Kisah Para Rasul 13:39; 15:5

1 Korintus 9:9; Yosua 8:31; Lukas 2:22

Disebut “Perintah Tuhan*” atau

“pengajaran Tuhan”

Matius 15:3; Wahyu 14:12

Yesaya 5:24

Disebut “ketentuan”

Efesus 2:15; Kolose 2:14

Disebut “hukum utama”

Yakobus 2:8

Ditulis oleh Musa

pada sebuah gulungan kitab

Ulangan 31:24; 2 Tawarikh 34:15; 35:12

Ditulis oleh Tuhan di atas batu

Keluaran 31:18, 32:16

Diletakkan di samping Tabut

(ada di luar Tabut)

Ulangan 31:26

Dimasukkan ke dalam Tabut

(ada di dalam Tabut)

Keluaran 40:20

Hanya sementara

(berlaku hanya sampai Yesus Kristus mati)

Kolose 2:14; Ibrani 8:13; Efesus 2:15

Kekal

Matius 5:17-19; Lukas 16:17

Mazmur 111:7, 8

Ditambahkan sesudah ada dosa

Galatia 3:19

Mendefinisikan dosa

(ada sebelum ada dosa)

Roma 7:7, 3:20

Mendakwa dan mengancam

Kolose 2:14

Tidak berat

1 Yohanes 5:3

Tidak menghukum (menghakimi) seorang pun

Kolose 2:16

Menghakimi semua orang

Yakobus 2:10-12; Pengkhotbah 12:13, 14

Bersifat lahiriah

Ibrani 9:13

Bersifat manusiawi

Ibrani 7:16

Bersifat Rohani

Roma 7:14

Sama sekali tidak membawa kesempurnaan

Ibrani 7:19

Tidak mungkin menyempurnakan

Ibrani 10:1

Sempurna

Mazmur 19:8

 

14. Apa perasaan Iblis melihat orang-orang yang mengubah hidup mereka agar sesuai dengan pola itu – Sepuluh Hukum Tuhan?

“Maka marahlah naga itu [Iblis] kepada perempuan itu [umat Tuhan], lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Tuhan [Sepuluh Hukum].” (Wahyu 12:17).

“Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Tuhan.” (Wahyu 14:12).

Jawab: Iblis membenci orang-orang yang meninggikan Hukum Tuhan karena Hukum itu adalah pola untuk hidup benar. Dan jika Anda memutuskan untuk mematuhi Sepuluh Hukum, Anda akan langsung merasakan kemarahan Iblis pada Anda, dengan skala besar.

Tidak mengherankan bahwa Iblis membenci dan memerangi semua orang yang meninggikan Hukum Tuhan. Tapi sangatlah aneh bahwa para pemimpin agama mengatakan, Sepuluh Hukum tidak usah dipatuhi dan mereka malah meninggikan tradisi manusia. Pantas saja Yesus sendiri berkata, “Mengapa kamu pun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?””Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.” (Matius 15:3, 9). Dan Daud berkata, “Waktu-Mu untuk bertindak telah tiba, ya TUHAN; karena mereka telah merombak Taurat-Mu.” (Mazmur 119:126). Umat Tuhan harus bangun dan memulihkan Sepuluh Hukum kepada posisinya yang semula: ditinggikan. Sangatlah bodoh bila generasi sekarang menganggap mereka boleh melanggar Sepuluh Hukum Tuhan dengan seenaknya.

naga

15. Apakah Anda percaya bahwa umat Tuhan harus menuruti Sepuluh Perintah Tuhan yang berlaku bagi semua manusia (Yakobus 2:10-12; Pengkhotbah 12:13, 14), dan mau meminta Yesus Kristus untuk menolong menuntun hidup Anda ke dalam keselarasan dengan Sepuluh Hukum itu?

salib

Respon Anda :

 

 

Ya
Tidak

 

PERTANYAAN LAIN

Pertanyaan-pertanyaan yang masih belum terjawab dari pembahasan di atas,

akan kami jawab berikut ini:

1. Bukankah Alkitab mengatakan bahwa Sepuluh Hukum itu bercacat? (Ibrani 8:7).

Tidak. Alkitab mengatakan bahwa manusia-lah yang bercacat (berdosa) di zaman perjanjian yang pertama-Perjanjian Lama (Ibrani 8:7). Dan Roma 8:3 mengatakan bahwa Hukum “tak berdaya oleh daging (sifat alamiah manusia yang cenderung berdosa).” Selalu begitu ceritanya. Hukum itu sempurna, tapi manusia itu bercacat, selalu senang berbuat dosa, tak berdaya. Jadi Tuhan Sang Bapa harus mengutus Tuhan Sang Anak untuk hidup tanpa dosa di antara manusia “supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita” (Roma 8:4) melalui hadirat Roh Kudus dalam hati kita.

 

2. Galatia 3:13 mengatakan bahwa kita ditebus “dari kutuk hukum Taurat”. Bagaimana menjelaskan hal ini?

Kutuk hukum Taurat adalah maut (kematian) Roma 6:23. Yesus Kristus “mengalami maut bagi semua manusia” – mengalami kematian kedua yang berlaku bagi semua manusia (Ibrani 2:9). Itu artinya Dia menebus semua manusia dari kutuk hukum Taurat (maut) dan menggantikannya dengan jaminan hidup kekal (janji bahwa manusia yang menerima bahwa kematian-Nya menebus dosa manusia akan diberi hidup kekal).

 

3. Bukankah Kolose 2:14-17 dan Efesus 2:15 mengajarkan bahwa hukum Tuhan berakhir pada kayu salib?

Tidak. Yang dimaksud dalam ayat-ayat itu adalah hukum yang mengandung “ketentuan-ketentuan” yang berarti hukum upacara Musa, yang mengatur sistem kurban dan keimamatan. Semua upacara ini menunjuk ke depan pada Kematian Yesus Kristus dan berakhir pada saat Yesus Kristus mati, seperti yang sudah direncanakan Tuhan. Hukum upacara Musa ditambahkan “sampai datang keturunan yang dimaksud oleh janji itu” dan keturunan itu adalah “Kristus.” (Galatia 3:19, 16). Yang dimaksud di sini sudah pasti bukan Hukum Tuhan, sebab Paulus mengatakan Taurat Tuhan itu “kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik” (Roma 7:7, 12) “untuk selamanya” (Mazmur 111:7, 8).

 

4. Alkitab mengatakan, “kasih adalah kegenapan hukum Taurat.” (Roma 13:10). Alkitab juga, di Matius 22:37-40, memerintahkan kita untuk mengasihi Tuhan dan sesama manusia, dan ayat itu ditutup dengan kata-kata “Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” Apakah kedua hukum itu menggantikan Kesepuluh Hukum?

Tidak. Kesepuluh hukum bergantung pada kedua hukum Yesus Kristus bagaikan sepuluh jari bergantung pada kedua tangan kita. Tak bisa dipisahkan. Kasih kepada Tuhan membuat penurutan pada keempat hukum pertama (yang mengatur hubungan kita dengan Tuhan) menjadi sebuah sukacita, dan kasih kepada sesama manusia membuat penurutan pada keenam hukum berikutnya (yang mengatur hubungan kita dengan manusia) menjadi sebuah sukacita. Kasih menggenapi hukum Taurat dengan cara menghilangkan perasaan terbebani oleh Sepuluh Hukum dan membuat kepatuhan pada Sepuluh Hukum menjadi sukacita (Mazmur 40:9). Waktu kita mengasihi seseorang dengan sungguh-sungguh, menuruti permintaannya akan merupakan sebuah sukacita bagi kita. Yesus berkata, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” (Yohanes 14:15). Tak mungkin mengasihi Tuhan tapi tidak menuruti Sepuluh Hukum, sebab Alkitab berkata, “Sebab inilah kasih kepada Tuhan, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat.” (1 Yohanes 5:3). “Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.” (1 Yohanes 2:4).

 

5. Bukankah 2 Korintus 3:7 mengatakan bahwa hukum “yang terukir dengan huruf pada loh-loh batu” pasti akan “pudar”?

Tidak. Ayat itu mengatakan bahwa “kemuliaan pelayanan Musa” perihal Sepuluh Hukum itu akan pudar, tapi bukan Sepuluh Hukum itu sendiri. Baca lagi 2 Korintus 3:3-9 dengan teliti, seluruhnya. Inti ayat itu bukanlah pudarnya Sepuluh Hukum atau berakhirnya Sepuluh Hukum, tapi berpindahnya lokasi Sepuluh Hukum itu dari “loh-loh batu” ke dalam “hati manusia”. Pada zaman Musa, Sepuluh Hukum itu tertulis di atas loh batu. Pada zaman Perjanjian Baru, di bawah pelayanan Roh Tuhan (Roh Kudus), melalui iman pada kematian Yesus Kristus, Sepuluh Hukum itu dituliskan di dalam hati manusia (Ibrani 8:10). Sebuah peraturan yang ditempel pada papan pengumuman sekolah hanya menjadi efektif jika peraturan itu masuk ke dalam hati murid-murid. Pelayanan Roh Tuhan perihal Sepuluh Hukum menjadi efektif karena Dia memindahkan Sepuluh Hukum itu ke dalam hati umat Tuhan. Maka kepatuhan pada Hukum menjadi sukacita dan gaya hidup yang menyenangkan karena umat Tuhan memiliki kasih yang tulus pada Tuhan dan manusia.

 

6. Roma 10:4 mengatakan bahwa “Yesus Kristus adalah kegenapan hukum Taurat”. Jadi Sepuluh Hukum sudah genap atau sudah berakhir, bukan?

Tidak. “Genap” dalam ayat ini berarti tujuan dari Sepuluh Hukum sudah berakhir, bukan Sepuluh Hukum itu sendiri. Itulah yang dimaksud dengan “Sudah selesai” pada Yohanes 19:30. Artinya jelas. Menuntun manusia pada Yesus Kristus – di mana mereka bisa dibenarkan dan disucikan – adalah tujuan atau kegenapan akhir dari Sepuluh Hukum.

 

7. Kenapa banyak orang yang mengajarkan bahwa Hukum Tuhan sudah tidak berlaku lagi? (Roma 8:7).

“Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus” (Roma 8:7-9).

 

8. Apakah umat Tuhan di Perjanjian Lama diselamatkan karena menurut Sepuluh Hukum?

Tak ada satu manusia pun yang diselamatkan karena menurut hukum. Semua orang yang diselamatkan dari segala zaman, sudah diselamatkan hanya karena anugerah (kasih karunia). “Kasih karunia… dikaruniakan kepada kita dalam Yesus Kristus sebelum permulaan zaman.” (2 Timotius 1:9). Sepuluh Hukum hanya menunjukkan dosa. Hanya Yesus Kristus yang menyelamatkan. “Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN” (Kejadian 6:8); Musa mendapat kasih karunia (Keluaran 33:17); bangsa Israel mendapat kasih karunia (Yeremia 31:2); dan Habel, Henokh, Abraham, Ishak, Yakub, Yusuf, dan banyak tokoh Perjanjian Lama diselamatkan “karena iman” menurut Ibrani 11. Mereka diselamatkan karena memandang ke depan, kepada peristiwa penyaliban Yesus Kristus. Sedangkan kita di zaman sekarang (Perjanjian Baru) diselamatkan karena memandang ke belakang, kepada peristiwa itu. Sepuluh Hukum itu penting, sebab, seperti cermin, Sepuluh Hukum menunjukkan kotoran-kotoran dalam hidup kita. Tanpa Sepuluh Hukum, manusia yang berdosa tidak sadar bahwa dia berdosa. Tapi walau begitu, Sepuluh Hukum itu tidak bisa menyelamatkan.Cuma bisa menunjukkan dosa. Yesus Kristus, dan hanya Yesus Kristus saja, yang bisa menyelamatkan manusia dari dosa. Ini adalah kebenaran sejak semula, bahkan di zaman Perjanjian Lama. (Kisah 4:10, 12; 2 Timotius 1:9).

 

9. Kenapa harus repot-repot mempelajari Sepuluh Hukum? Bukankah kata hati atau hati nurani saja sudah cukup sebagai penuntun hidup yang bisa dipercaya? (Amsal 14:12).

Tidak! Percaya pada hati sangatlah berbahaya! Alkitab membicarakan tentang adanya hati nurani yang licik, hati nurani yang tercemar, dan hati yang membatu – semuanya itu tidak bisa dipercaya. “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.” (Amsal 14:12). Tuhan berkata, “Siapa percaya kepada hatinya sendiri adalah orang bebal.” (Amsal 28:26).

 

PERTANYAAN KUIS

Jumlah jawaban yang benar dari tiap pertanyaan terdapat dalam tanda kurung.

Beri tanda √ di atas garis di depan jawaban yang menurut Anda benar.

 

1. Sepuluh Hukum ditulis oleh: (1)

_ Tuhan.

_ Musa.

_ orang yang tidak dikenal.

 

2. Menurut Alkitab, dosa adalah: (1)

_ cacat kepribadian.

_ pelanggaran Hukum Tuhan.

_ apapun yang kelihatannya salah.

 

3. Tandai pernyataan-pernyataan berikut yang benar tentang Sepuluh Hukum Tuhan: (4)

_ penuntun sempurna menuju hidup yang penuh sukacita.

_ bagaikan cermin yang menunjukkan noda di wajah kita, Sepuluh Hukum itu menunjukkan dosa dalam hidup kita.

_ berat dan mengancam.

_ bisa melindungi aku dari hal-hal najis.

_ memiliki sifat-sifat yang sama dengan Tuhan.

_ dibatalkan di zaman Perjanjian Baru.

_ membawa kutuk.

 

4. Sepuluh Hukum Tuhan: (1)

_ hanya untuk zaman Perjanjian Lama saja.

_ dibatalkan oleh kematian Yesus Kristus di Golgota.

_ mutlak tak bisa berubah.

 

5. Pada hari Penghakiman aku akan selamat bila: (1)

_ aku mempertahankan tabungan amal yang sangat baik.

_ aku mengasihi Tuhan, tak jadi soal apakah aku mematuhi Sepuluh Hukum.

_ kasihku pada Yesus Kristus menuntun aku mematuhi semua hukum-Nya.

 

6. Manusia diselamatkan Tuhan oleh: (1)

_ mematuhi Hukum.

_ melanggar Hukum.

_ kematian Yesus Kristus saja.

 

7. Umat Tuhan yang betul-betul bertobat: (1)

_ mematuhi Sepuluh Hukum Tuhan melalui kuasa Roh Kudus.

_ mengabaikan Sepuluh Hukum Tuhan karena sudah dibatalkan.

_ menganggap kepatuhan pada Sepuluh Hukum tidaklah pentng.

 

8. Seorang manusia yang hidup di bawah kasih karunia: (1)

_ boleh melanggar Sepuluh Hukum tanpa disebut berdosa.

_ dibebaskan dari kewajiban mematuhi Sepuluh Hukum.

_ akan mematuhi Sepuluh Hukum dengan sukacita.

 

9. Kasih menggenapi hukum Taurat karena: (1)

_ kasih membatalkan Sepuluh Hukum.

_ kasih yang sejati kepada Tuhan dan manusia membuat kepatuhan pada Sepuluh Hukum menjadi suatu sukacita.

_ kasih lebih penting daripada kepatuhan pada Sepuluh Hukum.

 

10. Hukum Musa: (1)

_ sama dengan Hukum Tuhan.

_ adalah peraturan-peraturan upacara dan kurban, yang menunjuk ke masa depan kepada kematian Yesus Kristus dan berakhir pada saat kematian Yesus Kristus.

_ masih berlaku di zaman sekarang.

 

11. Orang yang mematuhi Sepuluh Hukum: (1)

_ semuanya legalis.

_ akan diserang Iblis, yang membenci Tuhan dan Hukum-Nya.

_ diselamatkan karena mematuhi Sepuluh Hukum.

 

12. Tandai yang benar mengenai Yesus Kristus dan Sepuluh Hukum: (4)

_ Yesus Kristus melanggar Sepuluh Hukum.

_ Yesus Kristus adalah contoh sempurna bahwa manusia bisa mematuhi Sepuluh Hukum.

_ Yesus Kristus membatalkan Sepuluh Hukum

_ Yesus Kristus berkata, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintahKu.”

_ Yesus Kristus memperjelas Sepuluh Hukum (bagai seseorang memperjelas tulisan dengan kaca pembesar) dan menunjukkan bahwa Sepuluh Hukum mencakup semua jenis dosa.

_ Yesus Kristus berkata bahwa Hukum Tuhan tak mungkin berubah (Matius 5:17, 19).

 

Hak cipta © 2004 pada Amazing Facts Inc (untuk edisi lengkap berupa lembaran tercetak dalam bahasa Inggris). All rights reserved. Edisi lembaran tercetak disarankan untuk digunakan hanya bagi kalangan sendiri.

 

Untuk bimbingan dan pendalaman Alkitab selanjutnya, hubungi GMAHK Cibinong :

Telp : 081365718508, 081315000153, 081382777038

Email : gmahkcibinong@gmail.com