Tahukah Anda bahwa ada satu hari penting yang telah dilupakan oleh hampir semua orang? Sangat mengherankan bahwa hanya sedikit orang yang tahu hal ini, karena hari itu adalah hari paling penting dalam sejarah umat manusia! Itu bukan hanya merupakan suatu hari yang berasal dari masa lalu, tapi juga berlaku di masa sekarang dan yang akan datang. Lebih jauh lagi, apa yang terjadi pada hari yang diabaikan ini akan memiliki dampak yang besar dalam hidup Anda. Apakah Anda ingin tahu lebih banyak fakta menakjubkan tentang hari yang terlupakan dalam sejarah ini? Bacalah pelajaran berikut dengan teliti.

1. Pada hari apa Yesus Kristus rutin beribadah?

“Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.” (Lukas 4:16).

Jawab: Secara rutin, Yesus Kristus beribadah pada hari Sabat.

jesuss

Keterangan Gambar :
Waktu Yesus Kristus hidup di bumi ini, Dia beribadah pada hari Sabat.

2. Hari apa hari Sabat itu di kalender kita?

“tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN.” (Keluaran 20:10).

“Setelah lewat hari Sabat, … pagi-pagi benar pada hari pertama pekan* itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur.” (Markus 16:1, 2).

Jawab: Hari Sabat bukanlah hari pertama tiap pekan (Ahad), seperti yang dipercaya banyak orang, tapi hari ketujuh (Sabtu). Perhatikan dari ayat di atas bahwa Sabat adalah hari sebelum hari ke-satu (hari Minggu)

hfd

Keterangan Gambar :
Hari ketujuh tiap pekan (Sabtu) adalah hari Sabat.

3. Siapa yang menciptakan hari Sabat, dan kapan?

“Pada mulanya Tuhan menciptakan langit dan bumi.” “Ketika Tuhan pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Tuhan memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya.”

( Kejadian 1:1; 2:2, 3.)

Jawab: Tuhan menciptakan Sabat pada waktu Penciptaan, sewaktu Dia menciptakan bumi. Tuhan berhenti pada hari Sabat dan memberkati dan menguduskannya (memisahkannya dari yang lain untuk maksud yang kudus).

bumi

Keterangan Gambar :
Tuhan menciptakan Sabat pada permulaan zaman, pada waktu Dia menciptakan bumi.

 

4. Apa kata Tuhan tentang berhenti-bekerja-pada-hari-Sabat di dalam Sepuluh Hukum, yang ditulis-Nya dengan jari-Nya sendiri?

“Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Tuhanmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.” (Keluaran 20:8-11). “TUHAN memberikan kepadaku kedua loh batu, yang ditulisi jari Tuhan.” (Ulangan 9:10.)

 

Jawab: Pada hukum ke-4 dari Sepuluh Hukum, Tuhan memerintahkan kita untuk merayakan Sabat hari ketujuh sebagai hari kudus-Nya. Tuhan tahu orang-orang akan melupakan Sabat-Nya, jadi Dia memulai hukum ini dengan kata “Ingatlah”. Dia tidak pernah memerintahkan siapa pun untuk menguduskan hari lain sebagai hari kudus sekali sepekan.

hkmy

Keterangan Gambar :

Tuhan menulis Hukum ke-4 mengenai hari Sabat dengan jari-Nya sendiri.

5. Bukankah Sepuluh Hukum sudah berubah?

“Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat [Sepuluh Hukum] batal.” (Lukas 16:17). “Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah.” (Mazmur 89:35). Perhatikan bahwa Sepuluh Hukum keluar dari bibir-Nya. Keluaran 20:1 mencatat: “Lalu Tuhan mengucapkan segala firman ini:”
Jawab: Sepuluh Hukum belum berubah, dan tidak akan pernah berubah. Sangat tidak mungkin bagi satu pun Hukum Tuhan untuk berubah. Semua bagian dari Sepuluh Hukum masih tetap berlaku.

jess

Keterangan Gambar :
Yesus Kristus mengatakan bahwa lebih mudah bagi langit dan bumi lenyap daripada satu titik dari Sepuluh Hukum batal.

6. Apakah para rasul merayakan Sabat?

Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci.” (Kisah 17:2). “Lalu Paulus dan kawan-kawannya… Pada hari Sabat mereka pergi ke rumah ibadat, lalu duduk di situ.” (Kisah 13:13, 14). “Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ; setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang ada berkumpul di situ.” (Kisah 16:13). “Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani.” (Kisah 18:4).

Jawab: Ya. Kitab Kisah Para Rasul mencatat dengan jelas bahwa Paulus dan para rasul merayakan Sabat.

gmbr

Keterangan Gambar :

Paulus dan para rasul lainnya merayakan hari Sabat Tuhan, hari yang ketujuh.

7. Apakah orang non-Yahudi juga beribadah pada hari Sabat?

Tuhan memerintahkannya:

“Berbahagialah orang… yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang menahan diri dari setiap perbuatan jahat.” “Dan orang-orang asingyang menggabungkan diri kepada TUHAN… semuanya yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku, mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku… sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.”( Yesaya 56:2, 6, 7).

Para rasul mengajarkannya:

“Ketika Paulus dan Barnabas keluar, mereka diminta untuk berbicara tentang pokok itu pula pada hari Sabat berikutnya. Pada hari Sabat berikutnya datanglah hampir seluruh kota itu [Antiokhia, di luar wilayah Israel-Yahudi] berkumpul untuk mendengar firman Tuhan.” (Kisah 13:42, 44).

“Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani.” (Kisah 18:4).

Jawab: Para rasul di zaman Perjanjian Baru bukan hanya mematuhi Hukum ke-4 mengenai hari Sabat, tapi juga mengajarkan orang-orang non-Yahudi yang bertobat untuk beribadah pada hari Sabat (Sabtu). Mereka tak pernah mengajar bahwa hari Minggu (Ahad) adalah hari suci.

orgg

Keterangan Gambar :

Para rasul mengajar orang-orang non-Yahudi untuk menguduskan hari Sabat.

8. Tapi bukankah hari Sabat diubah menjadi hari Minggu (Ahad) pada saat kematian Yesus Kristus dan kebangkitan-Nya?

Jawab: Tidak. Sama sekali tak ada ayat yang mengajarkan bahwa hari Sabat diubah pada saat kematian Yesus Kristus atau kebangkitan-Nya. Yang diajarkan Alkitab justru sebaliknya. Perhatikan bukti-bukti yang berikut:

A. Tuhan memberkati hari Sabat.

“TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.” (Keluaran 20:11).

“Tuhan memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya.” (Kejadian 2:3).
B. Yesus Kristus mengharapkan umat-Nya akan tetap menguduskan hari Sabat di tahun 70 M. sewaktu kota Yerusalem dihancurkan.

Tahu bahwa Yerusalem akan dihancurkan oleh Roma tahun 70 M., Yesusmengamarkan pengikut-Nya pada waktu itu, dengan berkata, “Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat.” (Matius 24:20).

Yesus Kristus membuat jelas bahwa Dia berharap Sabat masih dikuduskan sesudah 40 tahun setelah kebangkitan-Nya. Malah, tak ada tersirat sedikitpun di Alkitab bahwa Yesus Kristus, Allah Bapa, atau para murid pernah (pada saat mana pun, di bawah situasi apa pun) mengubah Sabat hari ketujuh yang suci ke hari lain.

 

C. Para wanita yang datang ke kubur Yesus Kristus untuk mengurapi mayat-Nya tetap menguduskan hari Sabat. Yesus Kristus mati pada “hari menjelang Sabat”, hari sebelum Sabat (Markus 15:37, 42), yang sekarang disebut hari Jumat Agung.
Para wanita itu menyiapkan rempah-rempah dan minyak wangi untuk mengurapi mayat-Nya, tapi tidak mengurapi mayat tersebut, lalu “pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat.” (Lukas 23:56). Barulah “setelah lewat hari Sabat” (Markus 16:1) para wanita itu “pada hari pertama pekan itu” (Markus 16:2) melaksanakan rencana mereka. Mereka mendapati “Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama pekan itu” (:9), yang biasa disebut “Easter Minggu” (Minggu Paskah).

Perhatikan bahwa Sabat “menurut hukum Taurat” adalah hari sebelum hariMinggu Paskah, yang sekarang kita sebut Sabtu.
D. Salah satu pengikut Yesus Kristus yang bernama Lukas, menulis dua kitab di Perjanjian Baru – Injil Lukas dan Kitab Kisah Para Rasul. Dia mengatakan bahwa pada bukunya yang pertama (Injil Lukas) dia sudah menulis tentang “segala sesuatu” yang diajarkan Yesus Kristus (Kisah 1:1-3). Tapi dia tak pernah menulis tentang ibadah-hari-Minggu atau perubahan hari Sabat.

jesu3

Keterangan Gambar :
Sabat hari ketujuh tidak diubah ke hari Minggu, hari dimana Yesus Kristus bangkit

9. Beberapa orang berkata bahwa hari Sabat akan dipelihara di bumi yang diperbarui. Apa ini

benar?

“Sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap di hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal tetap. Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku, firman TUHAN.” (Yesaya 66:22, 23).
Jawab: Ya. Alkitab mengatakan bahwa semua orang yang diselamatkan dari segala zaman akan menguduskan Sabat di bumi yang diperbarui.

malkt

Keterangan Gambar :
Semua orang di kerajaan Tuhan yang abadi akan merayakan Sabat sebagai hari yang suci.

10. Tapi bukankah hari Minggu) adalah hari Tuhan?

“apabila engkau menyebutkan hari Sabat “hari kenikmatan”, dan hari kudus TUHAN “hari yang mulia”, (Yesaya 58:13). “Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” (Matius 12:8).

Jawab: Alkitab menggunakan istilah “hari Tuhan” (The Lord’s day) di (Wahyu 1:10), jadi Tuhan memang punya satu hari khusus. Tapi tak ada ayat di Alkitab menyebut hari Minggu sebagai hari Tuhan. Sebaliknya, Alkitab menyebut hari Sabat sebagai “Hari Sabat Tuhan” atau “hari kudus Tuhan” – jadi hari Sabat (Sabtu) adalah hari Tuhan. Satu-satunya hari yang pernah diberkati Tuhan atau dinyatakan-Nya sebagai hari kudus-Nya adalah Sabat hari ketujuh.

gerj

Keterangan Gambar :
Hari Tuhan adalah Sabat (Sabtu), bukan hari Minggu.

11. Bukankah aku harus menguduskan hari Minggu untuk menghormati kebangkitan Yesus Kristus?

 “Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Yesus Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Yesus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.” (Roma 6:3-6).

Jawab: Tidak. Sama seperti Anda juga tidak diharuskan untuk beribadah pada hari Jumat untuk menghormati kematian Yesus Kristus. Yesus Kristus mendirikan upacara baptisan selam untuk menghormati kematian, penguburan, dan kebangkitan-Nya. Alkitab tak pernah menyarankan ibadah Minggu untuk menghormati hari kebangkitan (atau untuk alasan apa pun). Kita menghormati Yesus Kristus dengan menuruti Sepuluh Hukum-Nya (Yohanes 14:15) – bukan dengan menggantikan Hukum-Nya dengan tradisi manusia.

baptis

Keterangan Gambar :
Yesus Kristus mendirikan upacara baptisan selam – bukan ibadah Minggu – untuk menghormati kebangkitan-Nya.

12. Jadi jika ibadah Minggu tidak ada di Alkitab, ide siapa itu?

“Ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum.” (Daniel 7:25).

“Dengan demikian firman Tuhan kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri.” “Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.” (Matius 15:6, 9).

“Imam-imamnya memperkosa hukum Taurat-Ku… mereka menutup mata terhadap hari-hari Sabat-Ku.”

“Dan nabi-nabinya mengoles [tradisi] mereka dengan kapur [supaya kelihatan suci] dengan… berkata: Beginilah firman Tuhan! – tetapi TUHAN tidak berfirman.”(Yehezkiel 22:26, 28).

Jawab: Orang-orang yang terjerat Iblis selama berabad-abad telah mengumumkan bahwa hari kudus Tuhan sudah diganti dari hari ketujuh (Sabtu) ke hari pertama tiap pekan (Minggu). Tuhan sudah menubuatkan bahwa hal itu akan terjadi, dan ternyata betul-betul terjadi. Kesalahan ini diturunkan kepada generasi sekarang yang tidak tahu apa-apa, dan dinyatakan sebagai kebenaran Perjanjian Baru – padahal bukan. Ibadah Minggu adalah tradisi dari orang-orang yang tidak mempelajari Alkitab dan melanggar Hukum Tuhan yang ke-4, yang memerintahkan manusia untuk beribadah pada hari Sabat. Hanya Tuhan yang bisa membuat suatu hari menjadi kudus. Tuhan memberkati hari Sabat, dan apabila Tuhan memberkati, tak ada manusia yang bisa membalikkannya.(Bilangan 23:20)

sunday

Keterangan Gambar
Orang-orang yang terjerat Iblis telah berani mengganti kekudusan Sabat hari ketujuh menjadi hari Minggu. Hukum tentang Sabat adalah Hukum yang ke-4 dari Sepuluh Hukum.
Itu artinya manusia berdosa berusaha mengubah Sepuluh Hukum Tuhan yang suci itu.

13. Tapi bukankah sangat berbahaya bila kita mencoba mengubah Hukum Tuhan?

“Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya, dengan demikian kamu berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu.” (Ulangan 4:2).

“Semua firman Allah adalah murni… Jangan menambahi firman-Nya, supaya engkau tidak ditegur-Nya dan dianggap pendusta.” (Amsal 30:5, 6).

Jawab: Tuhan telah dengan jelas dan tegas melarang manusia mengubah Hukum-Nya, baik mengurangi maupun menambahi. Mengutak-atik Hukum Tuhan yang suci dengan cara apa pun adalah hal yang paling mengerikan dan berbahaya yang bisa dilakukan manusia.

tggl

Keterangan Gambar :
Mengubah Sabat menjadi Minggu adalah penghinaan bagi Tuhan karena tindakan itu berarti sebuah usaha untuk mengubah Sepuluh Hukum-Nya yang suci.

14. Kenapa Tuhan menciptakan Sabat?

A. Tanda Penciptaan

“Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.” (Keluaran 20:8, 11).

B. Tanda Penebusan dan Pengudusan manusia

“Hari-hari Sabat-Ku juga Kuberikan kepada mereka menjadi peringatan di antara Aku dan mereka, supaya mereka mengetahui bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan mereka.” (Yehezkiel 20:12). “darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan [menguduskan] kita dari pada segala dosa.” (1 Yohanes 1:7).

Jawab: Tuhan memberikan Sabat sebagai tanda rangkap-dua: (1) sebagai tanda bahwa Dia menciptakan bumi dalam enam hari yang masing-masing lamanya 24 jam, dan (2) sebagai tanda kekuasaan Tuhan untuk menebus dan menguduskan manusia melalui kematian Yesus. Semua umat Tuhan akan menyukai Sabat sebagai tanda Tuhan dalam hal Penciptaan dan Penebusan (Keluaran 31:13, 17; Yehezkiel 20:12, 20). Adalah penghinaan bagi Tuhan bila manusia menginjak-injak hukum Sabat. Di Yesaya 58:13, 14, Tuhan mengatakan, bahwa barangsiapa yang ingin diberkati secara rohani oleh Tuhan harus berhenti menginjak-injak hukum Sabat.

rusa

Keterangan Gambar :

Sabat adalah tanda kekuasaan Tuhan dalam menciptakan bumi dan menebus manusia.

15. Memangnya seberapa penting pengudusan hari Sabat?

“dosa ialah pelanggaran hukum Tuhan.”(1 Yohanes 3:4).

“upah dosa ialah maut.” (Roma 6:23).

“Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.” (Yakobus 2:10).

“Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.” (1 Petrus 2:21).

“Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya.” (Ibrani 5:9).

Jawab: Sangat penting, itu adalah masalah hidup atau mati. Pengudusan Sabat terdapat di Hukum ke-4 dari Sepuluh Hukum. Dengan sengaja melanggar satu saja dari Sepuluh Hukum adalah dosa. Umat Tuhan akan dengan senang hati mengikuti teladan Yesus dalam menguduskan hari Sabat. Satu-satunya petunjuk yang aman adalah dengan “setiap hari menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian” (Kisah Para Rasul 17:11). Kita harus memiliki dasar Alkitabiah untuk semua cara beribadah agama yang kita ikuti.

hkm 10

Keterangan Gambar :
Melanggar satu saja dari Sepuluh Hukum Tuhan adalah dosa.

16. Apa kata Tuhan tentang pemimpin agama yang mengabaikan hari Sabat?

“Imam-imamnya memperkosa hukum Taurat-Ku dan menajiskan hal-hal yang kudus bagi-Ku, mereka tidak membedakan antara yang kudus dengan yang tidak kudus, … mereka menutup mata terhadap hari-hari Sabat-Ku. Demikianlah Aku dinajiskan di tengah-tengah mereka. Maka Aku mencurahkan geram-Ku atas mereka dan membinasakan mereka dengan api kemurkaan-Ku; kelakuan mereka Kutimpakan atas kepala mereka, demikianlah firman Tuhan.” (Yehezkiel 22:26, 31).

Jawab: Dengan menutup mata terhadap hari Sabat Tuhan, para pemimpin agama menghina Tuhan yang menciptakan bumi. Tuhan menjanjikan hukuman bagi para gembala-penyesat ini. Miliaran orang telah disesatkan dalam hal ini. Tuhan tidak bisa menganggap pencemaran Hari Sabat sebagai pelanggaran yang ringan. Yesus menegur orang-orang Farisi karena berpura-pura mengasihi Tuhan padahal melanggar salah satu hukum dari Sepuluh Hukum dan menggantinya dengan tradisi/ adat-istiadat mereka (Markus 7:7-13).

alky

Keterangan Gambar :
Tuhan akan mencurahkan geram-Nya atas para pemimpin agama yang dengan sengaja menutup mata terhadap kekudusan hari Sabat (Sabtu).

17. Apakah pengudusan Sabat betul-betul mempunyai dampak penting bagi saya secara pribadi?

“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” (Yohanes 14:15). “Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Tuhan.” (Roma 14:12).

“Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” (Yakobus 4:17).

“Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu.” (Wahyu 22:14).

“Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Tuhan dan iman kepada Yesus.” (Wahyu 14:12).

Jawab: Ya, hari Sabat diciptakan untuk Anda. Tuhan menciptakan Sabat untuk Anda, dan jika Anda mengasihi Dia, Anda akan menuruti hukum ke-4, karena itu adalah salah satu dari Sepuluh Hukum-Nya. Kasih tanpa penurutan-pada-Sepuluh-Hukum bukanlah kasih (1 Yohanes 2:4). Anda harus mengambil keputusan. Masalah ini tak terhindarkan. Tak ada orang yang bisa mengecualikan Anda. Anda sendiri yang akan menghadap penghakiman Tuhan dalam hal yang penting ini. Tuhan meminta Anda mengasihi dan menuruti-Nya sekarang.

seng

Keterangan Gambar :
Semua orang yang menjadi anggota Kerajaan Tuhan dan makan dari buah pohon kehidupan akan
menguduskan hari Sabat Tuhan.

17. Apakah Anda bersedia mengikuti teladan Yesus dalam menguduskan Sabat?

Respon Anda :

ya

tidak

 

PERTANYAAN LAIN

Pertanyaan-pertanyaan yang masih belum terjawab dari pembahasan di atas,

akan kami jawab berikut ini:

 

 

1. Bukankah Sabat hanya untuk orang Yahudi saja?

Tidak. “Hari Sabat diadakan untuk manusia.” (Markus 2:27). Hari Sabat bukan untuk orang Yahudi saja, tapi untuk seluruh umat manusia – di seluruh bumi. Bangsa Yahudi belum ada waktu hari Sabat diciptakan. Bangsa Yahudi baru ada 2500 tahun sesudah hari Sabat diciptakan.

2. Bukankah Kisah 20:7-12 adalah bukti bahwa para rasul menguduskan hari Minggu?

Menurut Alkitab, setiap hari dimulai pada saat matahari terbenam dan berakhir pada saat matahari terbenam 24 jam sesudahnya (Kejadian 1:5, 8, 13, 19, 23, 31; Imamat 23:32) dan bagian yang gelap dari suatu hari (biasa disebut malam) adalah bagian yang lebih dulu. Jadi Sabat dimulai pada matahari terbenam hari Jumat petang dan berakhir pada matahari terbenam hari Sabtu petang. Pertemuan di Kisah 20 ini terjadi di bagian yang gelap dari hari Minggu, atau yang biasa kita sebut Sabtu malam. The New English Bible© mencatat Kisah 20:7 begini: “Pada Sabtu malam, ketika kami berkumpul…” Waktu itu adalah pertemuan Sabtu malam, dan berlangsung hingga tengah malam. Paulus sedang mengucapkan selamat tinggal dan dia tahu dia tidak akan bertemu lagi dengan orang-orang itu sampai akhir hidupnya (ayat 25). Pantas saja dia berbicara begitu lama! (Ibadah Sabat biasa tidak akan berlangsung sampai tengah malam.) Paulus “bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya.” Pemecahan roti di sini tidak mengandung makna “suci” sama sekali, karena mereka memecahkan roti setiap hari (Kisah 2:46). Tak ada tersirat di Alkitab bahwa hari pertama adalah hari suci, maupun umat Tuhan generasi pertama menganggap hari pertama hari suci. Juga tak ada bukti sekecil apa pun bahwa Sabat telah diubah. Tanpa makna penting sama sekali, peristiwa ini ditulis hanya untuk mencatat mujizat bangkitnya Eutikhus sesudah dia jatuh sampai mati dari jendela tingkat tiga. Di Yehezkiel 46:1, Tuhan menyebut hari Minggu sebagai salah satu dari enam “hari kerja.”

© The Delegates of the Oxford University Press and the Syndics of the Cambridge University Press, 1961, 1970. Digunakan atas izin.

3. Bukankah 1 Korintus 16:1, 2 membicarakan tentang persembahan Sekolah Minggu?

Tidak, tak ada catatan bahwa ini adalah pertemuan. Uang yang untuk persembahan itu disisihkan masing-masing secara sendiri-sendiri. Sebuah bala kelaparan terjadi di Yudea (Roma 15:26; Kisah 11:26-30), dan Paulus menulis untuk meminta gereja-gereja di Asia Minor membantu saudara-saudara mereka yang terkena bala kelaparan itu. Semua umat Tuhan ini (bangsa Yahudi maupun non-Yahudi) menguduskan hari Sabat, jadi Paulus menyarankan bahwa pada hari Minggu pagi (yaitu waktu di mana mereka biasa membayar tagihan dan menyelesaikan urusan jual-beli), sesudah hari Sabat berlalu, mereka menyisihkan sedikit uang untuk saudara-saudara mereka yang berkekurangan supaya siap dikumpulkan waktu Paulus tiba di situ. Penyimpanan uang itu diminta untuk dilakukan secara sendiri-sendiri, atau seperti yang ditulis La Santa Biblia (salah satu versi Alkitab bahasa Spanyol): “di rumah.” Perhatikan juga, di sini tidak disebut bahwa Ahad adalah hari suci. Malah, Alkitab tak pernah memerintahkan atau menyarankan pengudusan hari Minggu (Ahad).

4. Tapi bukankah kalender pernah tidak akurat dan hari-hari dalam sepekan telah berubah sejak zaman Yesus Kristus hidup di bumi?

Tidak! Ensiklopedi yang terpercaya dan buku-buku referensi memastikan bahwa hari ketujuh di zaman sekarang sama dengan hari urutan ketujuh yang dikuduskan Yesus. Bila Anda mau meluangkan waktu untuk melakukan riset, Anda akan mendapatkan fakta itu.

5. Tapi bukankah Yohanes 20:19 merupakan catatan bahwa para murid mendirikan ibadah Minggu sebagai penghormatan atas Kebangkitan?

Tidak, justru sebaliknya. Para murid pada waktu itu tidak percaya bahwa Yesus telah bangkit (Markus 16:14). Mereka berkumpul “karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi” dan mengunci pintu rumah itu. Waktu Yesus muncul di tengah mereka, Dia menegor mereka “karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.” Tak ada makna tersurat ataupun tersirat bahwa mereka menganggap hari pertama pekan itu sebagai hari suci. Hanya ada 8 ayat di Perjanjian Baru yang menyebut tentang hari pertama; tak ada satu pun yang menyebutnya suci.

6. Bukankah Kolose 2:14-17 membatalkan hari Sabat?

Sama sekali tidak. Ayat itu hanya membicarakan sabat-sabat tahunan yang merupakan “bayangan dari apa yang harus datang” dan bukan Sabat hari ketujuh sekali sepekan. Di kalangan bangsa Israel Perjanjian Lama ada tujuh hari raya tahunan, atau hari libur, yang juga disebut sabat. Ketujuh hari ini adalah tambahan bagi Sabat hari ketujuh, atau hari-hari sabat ekstra selain Sabat hari ketujuh. (“Belum termasuk hari-hari Sabat TUHAN”, Imamat 23:38.) Ketujuh hari raya itu menunjuk ke depan, ke peristiwa kematian Yesus. Sabat sekali sepekan diciptakan sebelum Adam dan Hawa berdosa, jadi tidak mungkin “menunjuk ke depan”, tidak mungkin dibatalkan pada waktu Penebusan Manusia menjadi kenyataan (kematian Yesus). Itulah sebabnya Kolose 2 secara khusus menyebut bahwa sabat yang dibicarakan itu adalah “bayangan dari apa yang harus datang”. Ketujuh sabat tahunan (hari raya tahunan) yang dibatalkan saat kematian Yesus terdaftar di Imamat 23.

 

7. Menurut Roma 14:5, hari yang harus kita kuduskan hanyalah masalah pendapat pribadi, bukan? Jadi boleh hari apa saja.

Perhatikan bahwa seluruh pasal itu membicarakan tentang saling menghakimi (ayat 4, 10, 13). Topik pembicaraan di sini bukanlah Sabat hari ketujuh, yang merupakan bagian dari Sepuluh Hukum Tuhan; topik yang dibicarakan adalah 7 hari raya tahunan dari hukum upacara Musa. Pengikut Yesus yang berasal dari bangsa Yahudi menghakimi pengikut Yesus dari bangsa lain karena tidak merayakan 7 hari raya tahunan itu. Inti kata-kata Paulus adalah: “Jangan saling menghakimi. Hukum upacara Musa dan hari raya tahunan tidak berlaku lagi. Hari raya Paskah, Pentakosta, dan lain-lain tidak perlu kita rayakan lagi.”

 

PERTANYAAN KUIS

Jumlah jawaban yang benar dari tiap pertanyaan terdapat dalam tanda kurung.

Beri tanda √ di atas garis di depan jawaban yang menurut Anda benar.

 

 

1. Yesus menguduskan: (1)

_ hari pertama tiap pekan.

_ hari ketujuh tiap pekan, hari Sabat.

_ satu hari dari tiap dua hari.

 

2. Hari Tuhan yang asli adalah: (1)

Minggu, hari pertama tiap pekan.

_ Sabtu, Sabat, hari ketujuh tiap pekan.

_ hari apa pun yang kita persembahkan kepada Tuhan.

 

3. Hari Sabat diadakan (diciptakan): (1)

_ untuk bangsa Yahudi saja.

_ oleh Tuhan pada pekan Penciptaan bagi semua manusia di seluruh bumi, dari segala zaman.

_ hanya untuk orang-orang yang hidup di zaman Perjanjian Lama.

 

4.  Perubahan hari perbaktian dari Sabat ke Ahad dibuat oleh: (1)

_ Yesus.

_ para rasul.

_ orang-orang yang dijerat Iblis (terhipnotis) yang menganggap bahwa yang mereka percayaiadalah kebenaran, padahal bukan.

 

5. Hukum Tuhan, yang berisi hukum tentang Sabat: (1)

_ tidak berlaku lagi zaman sekarang.

_ tak pernah bisa berubah. Masih berlaku sampai sekarang.

_ berakhir pada waktu Yesus mati.

 

6. Di antara jemaat rasul-rasul di Perjanjian Baru, orang-orang non-Yahudi yang bertobat dan para rasul selalu: (1)

_ menguduskan hari Minggu, Minggu, hari matahari.

_ mengajarkan bahwa hari apa pun cukup memadai sebagai hari kudus jika Anda tulus mempercayai hal itu.

_ menguduskan Sabat.

 

7. Sabat: (1)

_ berakhir di kayu salib.

_ akan berakhir pada saat kedatangan Yesus yang kedua nanti.

_ akan dikuduskan di bumi yang diperbarui oleh umat tebusan dari segala zaman.

 

8. Karena Sabat adalah bagian dari Sepuluh Hukum, maka melanggar Sabat: (1)

_ tidak perlu dipedulikan lagi sesudah kematian Yesus.

_ adalah dosa yang berbahaya sebab tindakan itu menginjak-injak hal yang kudus milik Tuhan, Hari Tuhan.

_ tidak penting di zaman sekarang ini.

 

9. Semua orang yang mengasihi Yesus dan mengikuti-Nya akan: (1)

_ menguduskan Sabat hari ketujuh, seperti yang dilakukan Yesus.

_ menguduskan satu hari dari tiap dua hari.

_ menguduskan hari Minggu (Ahad), hari pertama.

 

10. Hari Sabat adalah (1):

_ hari Minggu (Ahad), Minggu, hari pertama tiap pekan.

_ hari Sabtu, Saturday, hari ketujuh tiap pekan.

_ hari apa pun yang kita khususkan bagi Tuhan.

 

11. Ibadah pada hari Minggu (1):

_ adalah ciptaan manusia yang sudah dinubuatkan di Alkitab, tetapi tidak pernah diperintahkan Tuhan.

_ adalah rencana Tuhan untuk zaman sekarang.

_ berawal dari kebangkitan Yesus dan dikukuhkan pada waktu Pentakosta.

 

12. Pemeliharaan Sabat (1):

_ adalah tanda legalisme.

_ penting hanya bagi orang Yahudi.

_ tanda rangkap-dua milik Tuhan dalam hal Penciptaan dan Penebusan.

 

Hak cipta © 2004 pada Amazing Facts Inc (untuk edisi lengkap berupa lembaran tercetak dalam bahasa Inggris). All rights reserved. Edisi lembaran tercetak disarankan untuk digunakan hanya bagi kalangan sendiri.

 

Untuk bimbingan dan pendalaman Alkitab selanjutnya, hubungi GMAHK Cibinong :

Telp : 081365718508, 081315000153, 081382777038

Email : gmahkcibinong@gmail.com