“DAN MEREKA YANG DIAM DI ATAS BUMI BERGEMBIRA DAN BERSUKACITA ATAS MEREKA ITU dan berpesta dan saling mengirim hadiah, karena kedua nabi itu telah merupakan siksaan bagi semua orang yang diam diatas bumi. Tiga setengah hari kemudian masuklah roh kehidupan dari Allah ke dalam mereka, sehingga mereka bangkit dan SEMUA ORANG YANG MELIHAT MEREKA MENJADI SANGAT TAKUT” (Wahyu 11:10,11)

Pada bulan April 2004,saya dalam penerbangan dari Hong Kong ke San Franscisco. Beberapa jam saya takjub memperhatikan monitor data penerbangan bahwa pesawat kami terbang pada kecepatan 775 mil per jam, melebihi kecepatan suara.

Pada 14 Oktober 1947, Chuck Yeager sedang mempersiapkan penerbangan kesembilannya dengan roket percobaan Bell X – 1. Setiap penerbangan sebelumnya makin mendekati Mach 1, batas lebih cepat dari pada kecepatan suara, yang belum pernah ditembus. Dia sadar itu berbahaya. Seorang pilot penguji berkebangsaan Inggris tewas ketika pesawatnya hancur berkeping-keping pada kecepatan Mach 0,94. Tapi Yeager, pilot penguji yng tak kenal takut, naik ke roket percobaan X – 1 yang berada di geladak kapal induk B-29.

Di ketinggian 20.000 kaki, roket tersebut menjatuhkan bom dengan sebuah sentakan. Keempat roket dinyalakan, dimana hal itu membuat pesawat terguncang hebat.karrena kaget, Yeager sadar bahwa dia telah terbang melebihi kecepatan suata. “Mulus. Nenek saja bisa duduk tenang di sini sambil menyeruput sirup, “ katanya. Roket X-1 menambah kecepatan hingga Mach 1,06 atau 700 mil per jam. Dia setengah tidak percaya, hingga kru landsan melaporkan mendengar suara dengungan sonik yang pertama, suara yang menandai akhir era Wright bersaudara dan mulainya abad angkasa luar.

Menurut ayat kita hari ini, perasaan “ mereka yang diam di bumi” beralih dari kegembiraan besar menjadi sangat ketakutan. Dalam kedua kasus, perasaan-perasaan ini berhubungan dengan masa depan. Saat kedua saksi Allah itu mati, orang-orang meramalkan bahwa tidak aka nada “siksaan” lagi. Namun kebangkitan kedua saksi Allah itu mendatangkan rasa takut yang sangat. Musuh-musuh Allah tidak tau apa yang bakalan menimpa mereka.

Saat ini secra rutin kita mematahkan batas suara dan nyaris tidak memperhatikannya, namun Yeager sama sekali tidak tahu bahwa semuanya akan berjalan demikian mulus. Dalam tindakan yang mencerminkan keberanian yang besar, dia mengalahkan rasa takutnya dan mencoba. Mereka yang ada dipihak Allah tidak perlu takut akan masa depan. Kita sudah tahu bahwa “ledakan sonic” di zaman akhir tidak akan melukai mereka yang telah dimateraikan.

Tuhan, terimakasih atas jaminan bahwa tidak ada yang perlu kami takutkan di masa depan kecuali kami lupa bagaimana pimpinan-Mu di masa lalu.