“Maka terbukalah BAIT SUCI ALLAH YANG DI SORGA, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadillah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat” (Wahyu 11:19).

Ayat hari ini memberikan pandangan yang eksplisit tentang Bait Suci surgawi. Dalam sebuah penglihatan, pandangan Yohanes bergeser dari peristiwa-peristiwa di bumi (Why. 11:18) ke Bait Suci Surgawi. Dia memperoleh penglihatan bagaikan sebuah “tur” ke dalam Bait Allah itu, makin lama semakin ke dalam hingga dia menatap Bilik Mahakudus itu. Di sana dia melihat tabut perjanjian zaman Perjanjian Lama, dibarengi dengan sambaran kilat, deru guruh, gempa bumi, dan hujan es lebat. Apakah yang sedang berlangsung ? Apakah tujuannya menyangkut tabut perjanjian dalam konteks Injil Perjanjian Baru ?

Logis jika dikaitkan dengan konteks siapa diri Yesus sebenarnya. Pada suatu hari Dia berdiri di pelataran luar Bait Suci di Yerusalem. Setelah mengusir para penukar uang dan pedagang, Dia diserang oleh pihak berwenang bait suci. “Rombak Bait Allah ini, dan dalam waktu tiga hari Aku akan membangunnya kembali” (Yoh. 2:19), tantang-Nya. Pastinya yang Dia maksud adalah diri-Nya sendiri, karena Dia menyebut tubuh-Nya sebagai Bait Allah.

Pada kesempatan lain Yesus bersabda, “Aku berkata kepadamu : “Di sini ada yang melebihi Bait Allah” (Mat. 12:6). Bagi orang Yahudi, hanya ada satu hal yang lebih besar dibandingkan Bait Allah, yaitu Shekinah, kemuliaan Allah yang meliputi Bait Suci. Melalui ayat Injil ini, kita bisa melihat bahwa hadirat Allah ada di dalam tubuh Yesus. Hadirat Illahi dan karakter menjadikan tubuh Yesus sebagai Biat Suci. Jadi jika Yesus mewakili Shekinah, kemuliaan Allah, maka Bait Suci adalah tempat di mana Yesus berada. Karena Yesus berada di surga, menurut Kitab Ibrani, surga memiliki Bait Suci di mana Dia melayani menjadi pengantara serta menghakimi. Namun Yesus juga hadir di dalam jemaat (1 Kor. 3:17; 1 Pet. 2:1-10). Jika orang-orang percaya berkumpul di sebuah tempat , tempat itu adalah Bait Allah. “Di mana ada dua tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (Mat. 18:20). Yesus juga tinggal di dalam kita dengan perantaraan Roh Kudus. “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah ?” (1 Kor. 6:19). Saat kita menerima Yesus, tubuh kita pun menjadi Bait Suci.

Kitab Wahyu memberi penekanan pada satu dari ketiga bait Allah zaman Perjanjian Baru ini. Tetapi kitab itu juga menanti-nantikan pemulihan di zaman akhir dari Bait Allah surgawi ini (Why. 11:1,2,19). Itu mencakup kembalinya Allah untuk memerintah alam semesta ini. Saat karakter Allah telah sepenuhnya terbukti benar, kedamaian universal serta keselarasan akan kembali memenuhi alam semesta ini.

Tuhan, aku berdoa agar segala yang aku lakukan dan katakan hari ini akan membuktikan kebenaran karakter-Mu di hadapan dunia yang kutemui.