“Dan aku mendengar suara yang nyaring di surga berkata: ‘… telah dilemparkan ke bawah PENDAKWAH SAUDARA-SAUDARA KITA…’ Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka” (Wahyu 12:10, 11).

Di sini Setan berupaya untuk mengalahkan Tuhan dengan cara mendakwa umat-Nya! Dia mempertanyakan kesetiaan mereka kepada Tuhan, kelayakan mereka dalam kemenangan Allah di kayu salib. Tetapi mereka sanggup mengalahkan Setan oleh darah Anak Domba. Saat umat Allah benar-benar memahami apa yang telah kristus lakukan bagi mereka di Golgota, maka ancaman maut sekalipun tidak dapat mempengaruhi kesetiaan mereka kepada Allah. Tetapi apakah maksud semua ini dalam kehidupan sehari-hari?

Mendakwa adalah senjata ampuh Setan dalam masyarakat yang kecanduan. Perilaku kecanduan sering berawal dari penganiayaan dan penolakan di masa lalu. Para orang tua yang ceroboh membuat anak-anak mereka trauma dengan kata-kata penolakan. Anak-anak dari rumah tangga yang penuh perhatian pun terkadang mengalami penganiayaan di sekolah atau lingkungan tempat tinggal. Bahkan orangtua yang baik sekalipun bisa terjebak dalam irama kehidupan yang hiruk-pikuk. Secara fisik mungkin mereka bersama anak-anak mereka, tetapi secara emosional dan mental tidak.

Jadi kebanyakan orang muda bertumbuh dalam penolakkan dan pengabaian, sekalipun mungkin orang tua mereka tak bermaksud demikian. Dakwaan Setan menyebabkan orang-orang muda mempersalahkan diri atas penderitaan mereka, menggoda mereka agar berpaling kepada alkohol, seks, serta hiburan sebagai “obat” bagi jiwa mereka. Makin dapat dia membuat mereka merasa malu dan kesepian, maka semakin kuat belenggu kecanduan itu.

Seorang pemuda terperangkap dalam lingkaran Setan. Setelah beberapa kali terjerumus dalam dosa seksual, dia pun berdoa memmohon pertolongan. Lalu beberapa kali dia tergelincir lagi dalam dosa itu, diikuti lebih banyak doa. Tapi tidak ada gunanya. Hingga suatu hari orang-orang menagkap basah dirinya dan dijebloskan ke dalam penjara . walaupun kecanduan seksual Bill diakibatkan oleh diterlantarkan orangtuanya saat masih kecil, ketidakmampuannya untuk berubah membuat dia merasa diterlantarkan pula oleh Allah. Setan mendakwa Allah dalam benak pria ini. “Engkau tidak akan pernah sembuh. Jika Allah peduli padamu, Dia pasti sudah menyembuhkanmu.”

Saya rasa, Rasul Yohanes juga kenal betul dakwaan Setan dari pengalaman pribadinya. “Engkau melayani Allah seumur hidupmu, dan yang kau dapat hanyalah dibuang ke pulau terpencil ini!” Tetapi sang nabi tidak meladeni dakwaan Setan, karena dia mengenal darah Anak Domba. Darah Yesus mencabut semua akar kecanduan, perasaan tak berarti dan sendirian. Karena “darah Anak Domba” maka kita berharga bagi Allah. Kita berharga di mata-Nya.

Tuhan, hari ini aku merasa kesepian karena si pendakwa melatihku meyakini itu. Tolong aku agar melihat nilai yang Engkau telah buat bagiku di kayu salib.