“ LALU ULAR ITU MENYEMBURKAN DARI MULUTNYA AIR, SEBESAR SUNGAI KE ARAH PEREMPUAN ITU, SUPAYA IA DIHAYUTKAN SUNGAI ITU. TETAPI BUMI DATANG MENOLONG PEREMPUAN ITU. IA MEMBUKA MULUTNYA DAN MENELAN SUNGAI YANG DISEMBURKAN NAGA ITU DARI MULUTNYA ”
( wahyu 12: 15, 16 )

Kisah perempuan di dalam Wahyu 12 tidak asing lagi bagi para pembaca di dunia Romawi purba. Penulis zaman kuno, Homer berkisah tentang Leto, mempelai Zeus, raja dari semua dewa-dewa Yunani. Hera, ratu para dewi Yunani, cemburu dan marah saat mendengarkan bahwa Leto akan melahirkan anak kembar. Dalam kemarahannya, Hera melarang semua tanah di muka bumi memberi perlindungan bagi Leto, maka Leto mengembara dari satu tempat ke tempat lain tanpa mendapat tempat untuk beristirahat

Phyton, seekor naga besar yang memuntahkan racun hitam, mendapat peringatan bahwa suatu hari nanti putra Leto akan menghancurkan dirinya. Jadi Phyton mengejar Leto selagi dia mengembara di bumi, dengan harapan dapat menghancurkannya sebelum kelahiran anaknya itu. Posidon turun tangan, menimbulkan Pulau Delos dari tengah lautan. Delos mengambang di puncak samudera, dengan hanya satu pohon palem sebagai tumbuhan. Karena Delos bukan bagian dati daratan, maka pulau itu bebas dari kekuasaan Hera, dan Leto bisa beristirahat di keteduhan pohon palem. Saat naga datang mencarinya di sana, Poseidon menenggelamkan pulau itu sementara waktu untuk membunyikan Phyton.

Hera marah karena Leto mendapatkan tempat perlindungan. Dia memerintahkan Ilithyia, dewi kelahiran anak-anak, agar tetap di Olympus dan tidak menolong kelahiran anak kembar Leto. Akibatnya Leto, menderita sakit bersalin selama Sembilan hari hingga akhirnya Hera menyerah. Yang lahir pertama adalah Artemis, dewi penduduk Asia Kecil, dan berikutnya lahir Apollo. Zeus memberkati kedua anak kembar ini dengan busur kuat dan anak panah ajaib. Apolo turun ke lereng Gunung Parnassus dan membunuh Phyton dengan 1.000 panah ajaib…. Dia Asia Kecil, tradisi Romawi menyamakan Leto dengan dewi Roma. Dia menjadi dewi ibu, dan kaisar Romawi adalah anaknya

Dalam penglihatan Kitab Wahyu, Yesuslah yang membunuh naga dan binatang-binatang. Melalui pribadi Herodes, naga Romawi berusaha menghancurkan Yesus saat Dia dilahirkan. Pelarian-Nya dari Herodes merupakan pertanda kelepasan perempuan dalam ayat di atas dan umat yang sisa dalam ayat berikutnya. Penglihatan mengambil alih salah satu mitos besar pada zamannya untuk mendemonstrasikan superiotas Yesus dibanding orang-orang yang mengklaim dirinya sebagai Allah.

Tuhan, tolong aku untuk tidak mengalihkan perhatiannya pada orang-orang yang mengaku hebat. Engkaulah sumber makna dalam hidupku.