“ Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, YANG MENURUTI HUKUM-HUKUM ALLAH dan memiliki kesaksian Yesus. Dan ia tinggal berdiri di pantai laut ”
( Wahyu 12:17,18 )

Beberapa tahun yang lalu, rumah kami tidak memiliki jendela di sisi sebelah selatan, sisi di mana matahari bersinar hampir sepanjang waktu. Hal itu menjadi bagian terburuk rumah kami menjadi agak gelap. Karena garasi kami menempel ke bagian selatan rumah, kami tidak bisa berbuat banyak mengenai situasi tersebut. Jadi kami memutuskan untuk menambahkan serambi berdinding kaca ke sisi barat dapur supaya sinar matahari bisa masuk ke dalam rumah melaluinya.

Karena kami perlu banyak melakukan penambahan kabel-kabel listrik, kami pikir kami bisa menambahkan beberapa peralatan di meja dapur. Kontraktor memperingatan sistem kami sistem perlistrikan semua peralatan dapur dengan tombol penyambung sirkuit. Kami rasa itu tidak masalah lalu menugaskannya mengerjakan ulang sistem perlistrikan dapur.

Selama beberapa bulan kami benar-benar puas dengan serambi baru kami serta peralatan ekstra di dapur. Lalu hal yang aneh terjadi. Lampu-lampu serta arus listrik di garasi mati. Ini sangat menjengkelkan, karena sekarang kami mesti mengangkat dan menurunkan pintu garasi yang berat itu dengan tangan! Saya bergegas ke tombol penyambung sirkuit di ruang cuci, benar-benar berharap bahwa kotak merah menunjukkan bahwa tombol sirkuit itu telah jatuh. Tapi saya tidak melihat ada tanda merah pada alat tersebut. Saya tidak tahu caranya agar listrik kembali mengalir ke garasi. Kami menelepon tukang, dan dia juga bingung menghadapi masalah ini.

Setelah beberapa hari, saya menjadi panik. Saya bertanya pada setiap orang yang saya tahu mengenai masalah ini. Tetapi tampaknya tetap tidak ada solusi. Di hari yang ketiga tiba-tiba saya teringat pada penambahan peralatan di dapur kami. Mungkinkah itu ada hubungannya dengan garasi? Agaknya mustahil. Tapi setelah mencoba semua hal yang mungkin, saya pergi ke dapur dan menekan tombol penyambung sirkuit pada peralatan dapur. Lalu saya menuju garasi dan menekan tombol pembuka pintu. Dan bisa! Ternyata tombol sirkuit baru di dapur terhubung dengan jaringan listrik di garasi!

Baru terpikir oleh saya bahwa terhubung dengan Yesus itu sangat mirip dengan tombol penyambung sirkuit. Saat saya melanggar salah satu perintah-Nya, Dia tidak secara permanen memutuskan hubungan dan membuang saya jauh-jauh. Dengan kasih karunia-Nya saya bisa mulai dari awal lagi. Syukur kepada-Nya, umat yang sisa suatu hari nanti akan terbukti taat kepada-Nya. Sementara itu, mari kita senantiasa ingat untuk menekan “tombol” pertobatan sesering mungkin.

Tuhan, terima kasih karena hari ini aku bisa memulai hari yang baru bersama-sama Engkau. Aku mengizinkan kuasa-Mu mengalir melalui aku.