“Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena LUKA YANG MEMBAHAYAKAN HIDUPNYA, TETAPI LUKA YANG MEMBAHAYAKAN HIDUPNYA ITU SEMBUH. Seluruh dunia heran…Dan mereka menyembah binatang itu, semabil berkata : “SIAPAKAH YANG SAMA SEPERTI BINATANG INI? DAN SIAPAKAH YANG DAPAT BERPERANG MELAWAN DIA ? (Wahyu 13:3,4).

Ayat 3 berisikan referensi yang jelas tentang salib. Salah satu kepala binatang itu terkena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka itu sembuh. Kata “luka” di sini persis sama dengan kata “disembelih” yang ditemukan dalam ayat 8 : “Anak Domba yang disembelih semenjak permulaan dunia.” Luka yang diderita binatang yang keluar dari dalam laut itu jelas merupakan parodi dari kematian Yesus Kristus. Nah, jika binatang ini terluka hingga membahayakan hidupnya, apakah artinya “
luka yang parah” itu sembuh ? Kebangkitan! Binatang ini mati tetapi dibangkitkan, seperti halnya Yesus Kristus.

Namun pemalsuan ini bahkan lebih daripada itu. Wahyu 13:1 menggambarkan binatang itu memiliki sepuluh tanduk dan tujuh kepala. Kedengarannya seperti sang naga ! Yesus bersabda, “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (Yoh. 14:9). Dan barangsiapa telah melihat binatang yang keluar dari dalam laut, telah melihat sang naga! Wahyu 13:2 mengatakan bahwa “naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.” Ini mengingatkan kita pada perkataan Yesus dalam Matius 28:18: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” Sama seperti Yesus menerima kuasa dari Bapa-Nya, demikian pula binatang yang keluar dari dalam laut ini menerima kuasanya dari sang naga.

Menurut Wahyu 13:5, masa pemerintahan binatang itu selama 42 bulan. Tiga setengah tahun! Masa pelayanan Yesus juga tiga setengah tahun. Itu membuat pertanyaan dalam ayat 4 jadi menarik: “Siapakah yang seperti binatang ini ? “ Para pembaca yang mengerti Bahasa Ibrani pasti tahu bahwa nama Mikhael (merujuk pada Yesus di dalam Wahyu 12:7-9) berarti “Siapakah yang seperti Allah?” Dengan demikian, binatang yang keluar dari dalam laut ini jelas-jelas merupakan pemalsuan terhadap Yesus Kristus. Menjelang zaman akhir, suatu tritunggal palsu akan berusaha menggantikan tempat Allah. Naga, binatang dari dalam laut, serta binatang dari dalam bumi akan membentuk tritunggal palsu tersebut. Menjelang hari-hari akhir sejarah bumi, maka Setan mendatangkan tipu daya yang dirancang dengan cermat sehingga orang-orang sulit untuk membedakan yang benar dengan yang palsu.

Apakah perbedaan yang dibuatnya dalam kehidupan kita saat ini ? Saat kita semakin mendekati zaman akhir, kita harus berdoa dan mempelajari Kitab Suci lebih dari sebelumnya. Setan akan berusaha menyelewengkan pemahaman kita dengan cara-cara apa pun yang mungkin.

Tuhan, aku menginginkan kebenaran berapa pun harganya. Tolong aku untuk melihat apa pun yang Engkau ingin agar aku lihat di dalam Firman-Mu.