“Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang PENUH KESOMBONGAN DAN HUJAT; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya. Lalu ia membuka mulutnya untuk MENGHUJAT ALLAH, MENGHUJAT NAMANYA DAN KEMAH KEDIAMANNYA dan semua mereka yang diam di sorga” (Wahyu 13:5,6).

Binatang yang muncul dari laut ini berlaku sempurna dari perspektif manusia. Jika Anda ingin menjadi besar dan dihargai orang, Anda perlu “menyombong” sebagaimana yang dilakukan binatang itu. Biarkan semua orang tahu betapa hebat diri Anda. Dan tidak ada ruginya sedikit menyumpah, biar semua orang tahu betapa kuat dan hebatnya Anda. Dan jangan lupa untuk berjalan dengan gaya sedikit sombong! Maka orang-orang akan menyimpulkan bahwa Anda benar-benar hebat!

Betapa berlawanan dengan Injil! Binatang yang keluar dari laut ini berusaha menggantikan tempat Yesus Kristus di hati para penduduk bumi. Dan hingga tingkatan tertentu, dia berhasil. Namun bagi Yesus yang sejati, kebesaran tidak terletak pada bualan, sumpah serapah, serta sikap pamer. Kebesaran sejati dicirikan oleh sebuah basi dan kain (Yoh. 13). Dia merendahkan diri bahkan sampai mati (Flp. 2:5-8).

Pada suatu hari saya menangkap sekilas kebesaran sejati di lapangan golf. Saya bersama sekelompok teman sedang bermain dan menganggap serius permainan. Serangkaian sumpah serapah tercetus mengikuti pukulan-pukulan yang jelek, saat masing-masing orang berusaha memperlihatkan bahwa dia lebih baik dibandingkan yang lain. Pada lubang ketujuhbelas, ketua klub harus melakukan pukulan yang sangat penting. Lalu dengan cermat dia berdiam seribu bahasa dan bersiap-siap untuk mengayunkan tongkatnya lagi. Kali ini bukan memukul tetapi malah mendesak bola lebih dalam ke dalam tanah ! Kembali dia membisu seribu bahasa. Saya merasa takjub. Namun demikian, dia tidak mengatakan apa-apa.

Saat saya dan kawan meninggalkan lapangan permainan, tidak berapa lama kemudian saya menghampiri pria tersebut, meletakkan tangan di atas bahunya dan berkata, “Perlu orang yang hebat untuk melakukan apa yang Anda lakukan di lobang 17 tanpa sumpah serapah.”

Hari itu saya belajar bahwa siapa pun bisa menyumpah-nyumpah, tetapi orang yang benar-benar berkarakter kuat adalah orang yang sanggup menghadapi situasi pahit tanpa kehilangan control. Jauh lebih mudah menjadi ketua sebuah klub golf daripada mengontrol tata bahasa atau merendahkan diri untuk melayani orang lain. Kebesaran sejati tidak didapat dengan mengikuti binatang pada ayat di atas, tetapi dengan mengikuti Anak Domba. Perkataan yang keluar dari mulut kita mengungkapkan karakter kita yang sejati.

Tuhan, Engkau telah meninggalkan surga dan menyelamatkanku, lalu menunjukkan kepadaku jalan menuju kebesaran sejati.