“Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis SEJAK DUNIA DIJADIKAN di dalam kitab kehidupan dari ANAK DOMBA, YANG TELAH DISEMBELIH” (Wahyu 13:8).

Belum lama berselang saya mendapat kejutan di Singapura. Pertemuan seluruh anggota gereja Advent di kota itu telah direncanakan pada hari Sabat di sebuah lokasi publik yang besar. Untuk memastikan agar para anggota tidak lupa, pemimpin misi mengirimkan SMS pada hari Sabat pagi mengingatkan semua orang tentang waktu dan rinciannya.

Cara unik untuk mengingatkan para anggota pertemuan ini membuat saya menaruh perhatian pada sebuah laporan mengenai SMS di Filipina. Agaknya wilayah Manila di Filipina merupakan “ibukota” SMS di dunia. Di sana semua orang tampaknya memiliki ponsel lebih daripada lalat di musim panas. Bahkan orang-orang termiskinpun memiliki ponsel, dan terus menerus menggunakannya.

Sebab sumber daya yang terbatas, kebanyakan mereka tidak sanggup menggunakan ponsel untuk bicara, karena terlalu mahal. Jadi mereka pun saling berkirim SMS…sepanjang waktu. Sangat umum melihat orang-orang di mana-mana menunggu atau berbicara, dengan bersemangat memencet-mencet ponsel untuk mengirim pesan dan mengirimkannya pada kawan-kawan mereka.

Untuk sementara waktu SMS bahkan berdampak pada gereja Katolik di Filipina. Agaknya daripada mendatangi imam di gereja untuk mengaku dosa, banyak orang Filipina menemukan cara baru yang jauh lebih efektif untuk mengaku dosa. Mereka meng-SMS dosa-dosa mereka kepada imam ! Imam lalu mengirimkan balasan serupa absolusi lengkap dengan penintensinya. Praktik ini dirasakan nyaman, tetapi tidak lama kemudian gereja yang merasa ngeri mengeluarkan titah untuk menghentikannya.

Walau mungkin kita hanya tertawa kecil menyaksikan tipe agama “super market” ini, saya bertanya-tanya, seberapa banyak dari kita adalah “orang-orang Kristen SMS.” Apakah kita berusaha untuk memadatkan iman dalam kehidupan kita untuk memenuhi kebutuhan minimum sehari-hari, atau apakah kita mengkondisikan kehidupan kita seputar iman dan mencari Allah setiap hari dengan ibadah pribadi yang sepenuh hati ?

Saya sangat gembira karena Allah bukanlah Allah yang suka SMS. Dia datang ke dunia dalam pribadi Yesus. Bukan hanya sekedar mengirimkan beberapa pucuk surat, Dia menginvestasikan waktu-Nya dan mengorbankan diri-Nya secara pribadi. Dan pengorbanan itu mempengaruhi segala sesuatunya kembali sejak “dunia dijadikan.” Dan Allah seperti itu layak memperoleh tanggapan yang lebih daripada sekadar yang biasa-biasa saja.

Tuhan, aku dapat melihat lebih jelas investasi yang telah Engkau tanamkan di dalam diriku. Hari ini aku merespons Engkau dengan segenap hatiku.