“Dan aku melihat seekor binatang lain KELUAR DARI DALAM BUMI dan bertanduk dua SAMA SEPERTI ANAK DOMBA dan ia berbicara SAMA SEPERTI SEEKOR NAGA” (Wahyu 13:11).

Banyak pelajar Alkitab menghubungkan binatang ini dengan Amerika Serikat. Mereka merujuk pada beberapa elemen dalam ayat itu. Satu hal, binatang ini keluar dari dalam bumi. Setiap kali Kitab Wahyu membandingkan bumi dengan laut (binatang yang pertama keluar dari dalam laut), itu merupakan elemen positif, bukannya musuh Allah, suatu pemahaman yang belakangan didukung fakta bahwa bumi menolong wanita di dalam Wahyu 12 saat dia menghadapi serangan sang naga….

Tanduknya yang menyerupai anak domba juga memberikan awal yang positif untuk binatang ini. Dua puluh delapan kali Kitab Wahyu merujuk pada Yesus Kristus sebagai Anak Domba. Penggunaan simbol yang kedua puluh sembilan dari anak domba ada dalam ayat ini. Ada kemiripan dengan anak domba pada binatang ini saat dia untuk pertama kalinya tampil, namun perlawanannya dengan naga telah berkurang dan setelah beberapa waktu, dia mulai berbicara seperti naga. Binatang yang keluar dari dalam bumi menjadi pemain penentu di kancah dunia, membawa persatuan di zaman akhir dan menentang umat Allah yang sejati (Wahyu 13:12-18).

Dua puluh lima tahun yang lalu, pemikiran bahwa Amerika bisa menjadi pemain yang dominan di kancah dunia agaknya tidak masuk di akal. Dari Vietnam ke Watergate ke stagflasi ke permintaan maaf Jimmy Carter, tampaknya popularitas Amerika makin menurun di kancah dunia. Namun skenario Kitab Wahyu saat ini sangat meyakinkan. Yang dibutuhkan untuk memicu “sang naga” adalah peristiwa terorisme pada skala yang lebih besar dibandingkan peristiwa 11 September. Mengutip kata-kata Jenderal Tommy Franks, yang menumbangkan Saddam di tahun 2003: “Potensi suatu senjata pemusnah massal dan terorisme, peristiwa yang menimbulkan korban besar entah di mana di dunia Barat–mungkin di Amerika Serikat–bisa menyebabkan rakyat kita mempertanyakan Konstitusi kita….dan untuk menghindari terulangnya peristiwa yang menimbulkan korban besar, di mana hal ini akan mulai menguraikan struktur Konstitusi kita.

Jika Anda ingat kengerian serta keputusasaan setelah peristiwa 11 September, Anda pasti tahu bahwa rakyat Amerika berusaha sekuat tenaga untuk melindungi diri mereka seandainya sesuatu yang lebih berbahaya terjadi. Namun hasil akhirnya adalah penghancuran kebebasan dan bangkitnya suara sang naga. Itulah sebabnya saya gembira bahwa kitab ini adalah “wahyu Yesus Kristus.” “bukannya wahyu binatang yang keluar dari dalam bumi atau wahyu sang naga. Yesus berjanji untuk senantiasa menyertai kita, dan Kitab Wahyu meyakinkan kita, Dia akan memimpin pihak yang menang hingga akhirnya.

Tuhan, terima kasih karena telah memberikan pijakan yang kokoh di dunia yang penuh kengerian ini.