“Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. IA MENYEBABKAN SELURUH BUMI DAN SEMUA PENGHUNINYA MENYEMBAH BINATANG PERTAMA, yang luka parahnya telah sembuh” (Wahyu 13:12).

Kontras yang tajam agaknya memenuhi hidup ini. Jackie mendapati dirinya tertarik pada artikel di surat kabar mengenai pembantaian yang terjadi belum lama berselang di Burundi. Agaknya beberapa pemberontak Suku Hutu telah menyerang kamp pengungsian PBB dengan belati dan pistol otomatis. Mereka menembak dan menusuk hingga tewas kurang lebih 180 orang pria, wanita, dan anak-anak. “Sisa-sisa tubuh terbakar mereka tergeletak di antara peralatan memasak dan puing-puing terbakar rumah mereka….Serangan itu hampir menyerupai pembunuhan dalam genosida tahun 1994 di Negara Rwanda.”

Meskipun artikel itu singkat, Jackie terdorong menempatkan dirinya dalam kisah itu. Apakah yang dia pikirkan seandainya dia salah seorang yang selamat dari penyerangan itu ? Mengapa ini menimpaku ? Bagaimanakah aku bisa hidup tanpa keluargaku ? Kepada siapakah aku bisa berpaling ?

Kontrasnya, pada halaman yang sama terpampang iklan-iklan yang menyerukan, “Ponsel keren dan bergaya . Beli satu, gratis satu.” “Video mail….75 persen.” Jackie bergumul menemukan hubungan antara pembantaian di Burundi dengan video mail. Akankah mereka selamat dari pembantaian itu peduli untuk mendapatkan ponsel yang lebih bergaya ? Akankah mereka bersemangat saat tahu bahwa busana terkini sedang obral hingga 75 persen ?”

Di hari-hari terakhir umat Allah akan terjebak di antara dua dunia yang sangat kontras. Binatang dalam Wahyu 13 memalsukan pekerjaan Yesus dan Roh Kudus. Seperti Roh Kudus, binatang yang keluar dari dalam bumi meninggikan yesus palsu. Kedua karakter ini, bersama-sama dengan naga dalam pasal 12, mengadakan penipuan menjelang krisis zaman akhir bumi.

Binatang yang keluar dari dalam bumi memiliki dua tanduk “seperti anak domba.” Dalam Kitab Wahyu, Anak Domba yang sejati bersedia dikorbankan untuk menebus umat manusia (Why. 5:6,9,12). Anak Domba tidak memaksa untuk diperhatikan manusia. Pengorbanan diri ini bukan demi keuntungan pribadi, tetapi demi keuntungan orang lain.

Sebaliknya, binatang dalam Wahyu 13 memaksakan kehendak pada mereka yang diam di bumi. Melalui boikot dalam bidang ekonomi (Why. 13:16,17) serta ancaman kematian (ayat 15) binatang yang keluar dari dalam bumi ini memaksa umat manusia untuk tunduk kepada otoritasnya dan menyembah binatang yang keluar dari dalam laut. Karakter binatang-binatang ini akan sangat bertentangan dengan karakter Yesus.

Tuhan, semoga aku dapat melihat jelas perbedaan antara “binatang” yang memaksakan kehendaknya dengan roh Yesus yang rela berkorban diri.