“Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia MENURUNKAN API DARI LANGIT KE BUMI di depan mata semua orang” (Wahyu 13:13).

Suatu ketika seseorang bisa merasakan pengalaman seperti ini di Lembah Yosemite di California Tengah. Setiap musim panas, para penjaga taman nasional akan mempertontonkan “api jatuh” dari Glacier Point, yang tingginya lebih dari 3.000 kaki di atas dasar lembah. Orang-orang berkerumun sebelum matahari terbenam menyaksikan acara alam singkat ini di sebuah lokasi kamp dekat kaki gunung. Sementara acara ini berlangsung, para penjaga taman menyalakan api unggun besar di atas Glacier Point.

Setelah acara berakhir, seseorang akan berteriak ke atas dinding granit vertical : “Biarkan apinya jatuh!” Setelah beberapa saat, akan ada tanggapan dari para penjaga taman di atas Glacier Point, “Biarkan apinya jatuh!” Lalu mereka menumpahkan bara panas di sisi gunung untuk membentuk air terjun berkilauan menakjubkan yang menghilang beberapa kaki ke dalam kegelapan. Itu benar-benar malam spektakuler. Sebagian orang bahkan menempuh jarak beberapa ribu mil jauhnya agar dapat menyaksikan pemandangan itu.

Menurunkan api dari langit ke bumi mengingatkan para pembaca pada Kisah Para Rasul 2:2-4. Ayat ini becerita tentang “tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras…dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus.”

Ayat dalam Wahyu 13 memperingatkan kita agar tidak sepenuhnya memercayai apa yang kita lihat dengan mata dan yang kita dengar dengan telinga. Suatu hari nanti, api Pentakosta akan tampak turun mengelilingi kita, tetapi bukan hal yang sebenarnya. Seorang pengikut Setan akan memalsukan pekerjaan Roh Kudus dan memanggil orang-orang untuk berkomitmen kepada tritunggal palsu.

Namun cara terbaik untuk mendeteksi suatu kepalsuan adalah dengan mengenal yang sejati. Mereka yang dipenuhi Roh Allah akan tahu kapan yang palsu itu muncul. Dan Roh Allah yang sejati datang kepada mereka yang mencari Allah dengan segenap hati (Yer. 29:13) dan bersedia melakukan apa pun yang Dia minta dari mereka (Kis. 5:31). Allah mengaruniakan Roh-Nya kepada kita melalui Firman-Nya (Yoh. 6:63). Saat kita menghargai Firman Allah melalui iman kita kepada Yesus, kita semua akan dipenuhi Roh yang sejati. Namun ini tidak akan terjadi jika kita hanya sesekali saja mempelajari Firman Tuhan. Demikian pula, kadang kehidupan kita bisa menjadi terlalu penuh sesak untuk dapat mendengar suara Roh yang sejati. Jangan biarkan tekanan dari orang-orang maupun banyak hal membuat api Roh Kudus tidak lagi mengalir ke dalam kehidupan Anda.

Tuhan, walaupun lelah dan kewalahan, aku membutuhkan Roh-Mu seperti yang sudah-sudah.