“Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan TIDAK SEORANGPUN YANG DAPAT MEMAKAI ATAU MENJUAL SELAIN DARI PADA MEREKA YANG MEMILIKI TANDA ITU, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya” (Wahyu 13: 16, 17).

Akan tiba masanya dimana perserikatan agama mendunia dan Negara akan memaksakan kehendak pada diri umat percaya yang sejati. Pada saat itu perserikatan tersebut tidak mengizinkan mereka yang menolak untuk menjalankan sistem membeli atau menjual. Tetapi bagaimana seandainya ayat ini memberi petunjuk tentang bagaimana kita harus memilih untuk hidup? Bagaimana seandainya apa yang kita beli dan jual memberikan dukungan implicit kepada suatu sistem yang memaksa dan menyakiti orang-orang? Apakah ada saat-saat dimana keputusan untuk membeli dan menjual itu seperti mengarahkan pada ketaatan terhadap tanda binatang? Renungkan berikut ini.

Pemukulan menjadai hal biasa. Para mandor hanya mengizinkan dua kali istirahat kekamar mandi selama waktu kerja 14 jam dan memeriksa badan sebelum dan sesedah jam kerja. Pekerja wanita yang hamil langsung diberhentikan. Itulah sebabnya lebih dari sekali Isabel menemukan adanya janin di lantai kamar mandi sementara para wanita berusaha keras mempertahankan pekerjaan yang berat dan melelahkan ini. Pakaian yang dibuatnya dan rekan kerjanya dijual seharga 30 dolar di toko pakaian kenamaan. Namun demikian, wanita-wanita hanya memperoleh bayaran 20 sen per pasang.

Itu bukan satu-satunya kasus. Di penjuru Afrika yang penuh goncangan, anak-anak usia 3 tahun dijebloskan ke dalam tambang-tambang berlian yang gelap untuk menambang batu-batu mulia itu. Dinamai berlian konflik,batu-batu dihasilkan dari area-area yang dikendalikan oleh faksi-faksi yang menentang pemerintah. Mereka menjual berlian untuk mendanai suatu huru-hara militer. Meskipun batu-batu yang mereka temukan bernilai ribuan dolar, nyawa anak-anak ini tidak dihargai. Udara yang buruk dan air yang telah tercemar menyebabkan penyakit, dan para serdadu pemberontak sering menyiksa, menganiaya, atau membunuh para pekerja muda itu. Anak-anak yang tidak bekerja dipukuli.

Sebagai anak-anak Allah, kita perlu tanggap bagaimana pilihan gaya hidup kita mempengaruhi orang-orang lain, terutama mereka yang tidak punya hak suara, Allah memanggil kita untuk membela mereka yang tidak sanggup membela diri. Kadang sesuatu yang kita beli dibeli melalui kemelaratan orang lain. Mengasihi benda-benda lebih daripada mengasihi orang-orang terlantar tidak berkenan di mata Allah. Telah tiba saatnya untuk menanyakan kembali tentang apa yang kita beli dan kita jual.

Tuhan, aku tidak bisa menyelesaikan semua permasalahan, tetapi aku bisa mengadakan perbedaan. Tolong aku membuat perbedaan sejati hari ini.