“MEREKA MENYANYIKAN SUATU NYANYIAN BARU di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan TIDAK SEORANG PUN YANG DAPAT MEMPELAJARI NYANYIAN ITU SELAIN DARI PADA SERATUS EMPAT PULUH EMPAT RIBU ORANG yang telah ditebus dari bumi itu” (Wahyu 14: 3)

Pendeta sebuah jemaat dekat Aleksandaria, Virginia, pergi ke sebuah toko alat-alat musik hendak membeli piano digital untuk kapel kaum muda di gereja asalnya. Pianis kecil kapel kaum muda itu berencana menemuinya di toko untuk memastikan pendeta itu mendapatkan piano yang tepat. Tiba lebih dahulu dari sang pianis, sang pendeta mencari piano yang dilihatnya dalam majalah yang diperlihatkan sang pianis kepadanya. Dia menghampiri piano itu dan mencoba-cobanya sendiri , untuk melihat seperti apa suaranya.

Jarinya menari-nari di atas tuts beberapa saat, tetapi dia tidak mendengar sesuatu yang special. Sang pianis telah memuji-muji instrument tersebut, dan para pembaca majalah memberikan peringkat tinggi pada instrumen ini. Namun telinga sang pendeta mengatakan bahwa piano ini mungkin diberi penilaian terlalu tinggi. Saat dia memencet-mencet tuts, sang pianis memasuki ruangan. Dia menghampiri pendeta dan mulai memainkan piano itu. Dalam sekejap suaranya berubah! Sang pendeta memuji, “Wow! Ini piano bagus!” Sungguh besar perbedaan yang ditimbulkan tangan ahli seorang musisi.

Perbedaan di antara kedua pria itu adalah pengalaman. Sang pendeta hanya memiliki sedikit pengalaman dengan piano. Dia hanya membuat bunyi-bunyian secara acak. Di lain pihak, sang pianis, setelah bermain selama bertahun-tahun, dia telah mengikuti kursus-kursus dan menghabiskan berjam-jam berlatih tanpa penonton sehingga saat bangku-bangku gereja penuh, Allah dimuliakan di dalam musik.

Ayat kita hari ini mengatakan bahwa ke-144.000 orang itu harus mempelajari nyanyian baru. Yang melayakan mereka bernyanyi di surga adalah apa yang telah mereka alami di bumi. Walaupun nyanyiannya baru, nyanyian itu tidak dapat dikuasai dalam sekejap, mereka telah berlatih menyanyikannya sementara berada di bumi.

Kehidupan saat ini merupakan suatu latihan. Kita sedang berlatih menyanyikan lagu ini. Jika Anda tahu bahwa orang-orang sedang menggosip Anda, Anda bisa tetap tenang, karena itu adalah sebuah latihan agar dapat menyanyikan nyanyian baru. Dan ketika sesuatu melukai perasaan Anda, Anda tidak perlu membalas, sebaliknya buat itu menjadi suatu latihan! Saat Anda menyanyikan nyanyian ini di surga nanti, Anda akan diperdamaikan dengan orang-orang yang telah melukai Anda. Jika Anda tidak bisa berdamai saat ini, bagaimana nanti Anda bisa bernyayi ? Ingat, mulailah berlatih dari sekarang !

Tuhan, tolong aku untuk mulai berlatih hari ini. Saat aku mengarahkan pandangan kepada-Mu, aku dapat melepaskan luka hati yang membelenggu diriku di bumi ini dan mulai mempelajari nyanyian baru itu!