“Dan seorang malaikat lain, malaikat kedua, menyusul dia dan berkata: ‘SUDAH RUBUH, SEDAH RUBUH BABEL, KOTA BESAR ITU, yang telah memabukkan segala bangsa dengan anggur hawa nafsu cabulnya” (Wahyu 14:8).

Orang-orang Cina, sebagai penduduk Asia utara, sangat efisien dan berbakat bisnis. Di bandara-bandara di Cina, pesawat-pesawat berangkat dan tiba dini serta pelayanan senantiasa cepat dan efisien. Orang-orang Cina cendrung berdiam diri dan biasanya tidak bicara dengan orang-orang yang tidak mereka kenal. Namun demikian, begitu es itu mencair, orang-orang Cina cukup ramah dan senang bicara dengan orang asing.

Berlawanan dengan orang-orang Asia utara, orang-orang Asia selatan lebih rileks dan selalu siap menyunggingkan senyuman dan sapaan. Mereka tidak begitu menghargai waktu namun lebih berorientasi pada hubungan. Walaupun hidup dalam lingkungan yang miskin, mereka nyaris selalu memiliki jiwa yang manis. Kecuali Cina Singapura. Meskipun kebanyakan orang Cina Singapura lahir dan dibesarkan di Negara tersebut, mereka mempertanyakan efisiensi berbisnis seperti kerabat-kerabat mereka di utara.

Walaupun dibutuhkan waktu berabad-abad, tampaknya ruang gerak di mana orang-orang hidup sangat berdampak terhadap budaya mereka. Sikap yang dingin menghasilkan orang-orang yang lebih tertutup, sementara sikap yang lebih hangat mendorong perkembangan budaya yang lebih releks. Situasi yang lebih hangat mendorong perkembangan respons yang berbeda-beda.

Kita mendapati dua sisi Allah di dalam Alkitab. Dalam suasana Perjanjian Lama, sesekali kita menemukan Allah yang keras yang berurusan dengan Uzia dn Bangsa Gibeon. Lalu dalam suasana Perjanjian Baru, Allah ditampilkan sebagai Anak Domba yang lemah lembut. Namun Kitab Wahyu menyoroti kedua gambaran Allah itu secara bersamaan. Anak Domba juga adalah Singa (Why. 5: 5, 6). Wahyu Yesus Kristus berisikan kedua sisi sifat Allah. di satu pihak adalah penerimaan sepenuhnya oleh Allah. Dan di lain pihak adalah analisis mendalam tentang kebobrokan manusia beserta konsekuensinya. Walaupun Allah menginginkan agar semua orang selamat, iklim zaman akhir menuntut tindakan korektif.

Pekabaran yang disampaikan ayat kita hari ini berlawanan dengan yang berlaku umum. Seluruh dunia menyembah binatang itu (Why. 13: 8). Pekabaran malaikat-malaikat Allah akan menentang suara-suara Hollywood, CNN, serta universitas-universitas utama. Kabar baiknya adalah bahwa Allah mengumumkan penghakiman sebelum Dia benar-benar melaksanakannya (ayat 7). Penghakiman atas Babel bukanlah kesempatan terakhir untuk mendengar dan mengikuti kabar baik! Allah cukup peduli dan memberi kita kesempatan untuk bertobat sebelum segalanya terlambat.

Tuhan, tolong aku mengesampingkan segala sesuatu yang membuat aku tidak mendengar suara-Mu hari ini. Aku tunduk pada kehendak-Mu tanpa ragu.