“Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang MENURUTI PERINTAH ALLAH dan iman kepada Yesus” (Wahyu 14 : 12).

Saat orang-orang mendengar tentang “menaati perintah Tuhan,” sering mereka mendapat kesan negative. Mereka berpikiran bahwa Allah adalah Pemberi tugas sewenang-wenang yang senang menyuruh orang dan ingin mencegah mereka bersenang-senang. Namun perintah Allah tidak dirancang untuk membuat kita menderita. Dia merancangnya agar kita hidup sebaik mungkin. Jadi jangan menunggu hingga seseorang membuktikan manfaat ketaatan sebelum Anda mencoba jalan-jalan Tuhan.

Berdasarkan Alkitab serta nasihat-nasihat baik lainnya, saya selalu yakin bahwa program olahraga berjalan kaki yang konsisten adalah rencana Allah bagi hidup saya. Tapi saya selalu terlalu sibuk, atau ada hal-hal lain yang lebih penting dikerjakan. Lalu suatu hari saya membaca sebuah artikel dalam majalah yang diperuntukkan bagi orang-orang yang di atas usia 50-an.

John Stark bercerita, di usia 52 tahun, dia seorang paling bugar ditempat kerjanya di antara orang-orang berusia 20-an dan 30-an tahun yang mengunjungi klub kebugaran, sering berjoging, dan melakukan banyak aktivitas diakhir pecan. Baginya semuanya diawali dengan seorang ilmuwan Jepang yang mendapati bahwa kebanyakan orang melangkah 3.000-5.000 langkah setiap harinya. Para ilmuwan Amerika menetapkan untuk menjaga agar tetap sehat dan dapat memerangi penyakit, orang rata-rata butuh melangkah 10.000 langkah sehari, mencakaup jarak kurang lebih 5 mil.

Dengan menggunakan pedometer (alat penghitung jumlah langkah), stark berjalan rata-rata 20.000 langkah sehari. Dan berjalan telah menjadi pola hidupnya. Dia tinggal di Boston tanpa sebuah kendaraan disebuah apartemen lantai empat tanpa bel. Jadi, dia naik turun tangga untuk membukakan pintu ( 38 langkah sekali jalan) dan berjalan ke stasiun kereta bawah tanah (607 langkah), toko kelontong (8.00 langkah bolak-balik). Kedua anjingnya menuntut dibawa berjalan-jalan 2 atau 3 kali seminggu (2.200 sekali jalan), dan seringkali mesti pergi “keluar.”

Artikel itu mengispirasi saya untuk mengubah gaya hidup. Saya membeli pedometer. Walaupun berkenderaan ke tempat kerja, saya berjalan kaki pulang ke rumah setiap hari (5.000 langkah). Saya berlari-lari ke perpustakaan, gedung administrasi, atau kantor pos, bukannya menyuruh sekretaris mengerjakannya. Dan saya bergegas mengelilingi gedung mengantar barang-barang. Hasilnya? Kehilangan berat 10 pons selama 20 tahun, saya memiliki energy yang tidak saya miliki semenjak duduk dibangku kuliah. Pikran saya dipenuhi pemikiran-pemikiran inspirasional saat berjalan kaki, seringkali sembari membaca buku. Jalan Tuhan senantiasa jalan terbaik. Berikutnya, saya akan selalu mingindahakan kata-kata-Nya.

Tuhan, hari ini aku ingin berjalan bersama-sama-Mu. Tolong aku untuk dapat mengenal sukacita yang didapatkan karena ketaatan.