“Dan aku melihat: sesungguhnya, ada suatau awan putih, dan di atas awan itu duduk SEORANG SEPERTI ANAK MANUSIA dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya dan sebilah sabit di tangan-Nya” (Wahyu 14: 14).

Saat semua yang ada dalam Kitab Wahyu telah digenapi, segalanya akan berujung pada diri Anak Manusia, Yesus. Dia adalah Anak Domba, Bintang Timur yang gilang-gemilang, Penguasa atas raja-raja di bumi. Namun dalam dunia sekular, orang-orang postmodern mengtakan, “Perlihatkan uangnya kepadaku!” Mereka ingin tahu mengapa mereka harus mengikut yesus di tengah-tengah kegairahan dan kesenangan dunia ini. Yang berikut ini akan membantu untuk lebih mengarti.

Dapatkah Anda menyebutkan nama pria yang memenangkan Piala Oscar sebagai actor terbaik di tahun 2002? Bagaimanakah dengan pemain terbaik dalam pertandingan kejuaraan World Cup lima tahun terakhir ini? Bisakah Anda menyebutkan nama lima orang yang telah memenangkan hadiah Nobel dalam bidang sains? Walau saya tertarik dengan apa yang sedang berlangsung di dunia, saya tidak dapat menjawab satu pun pertanyaan di atas. Bisakah Anda?

Yang mengejutkan adalah bahwa tidak satu pun dari hal-hal di atas yang tidak penting. Jawaban pertanyaan-pertanyaan jadi berita utama di seluruh dunia setidaknya seminggu lamanya. Kita tidak membicarakan orang-orang biasa. Namun demikian, kebayakan kita telah melupakan mereka. Mengapa? Karena meskipun terkenal, apa yang mereka lakukan tidak benar-benar mengubah kehidupan kita. Pencapaian mereka dimuat dalam berita utama tetapi tidak mengadakan perbedaan setelah beberapa waktu.

Mari kita coba permainan ini sekali lagi. Bisakah Anda menyebutkan nama tiga orang guru atau mentor yang ide-idenya mengubah kehidupan Anda? Bisakah Anda menyebutkan nama tiga orang sahabat yang mendampingi Anda pada masa-masa sulit, yang membuat Anda merasa berharga dan dihargai? Bisakah Anda menyebutkan nama beberapa orang yang kisah-kisahnya telah mengispirasi Anda menjadi lebih baik? Apakah lebih muda menyebutkan nama-nama ini? Bagi saya, ya. Mengapa? Karena orang-orang ini semuanya telah membuat perbedaan dalam hidup saya. Saya tidak akan menjadi diri saya yang sekarang ini seandainya bukan karena mereka.

Itulah sebabnya Kitab Wahyu sangat terobsesi dengan Yesus. Selama hampir 2.000 tahun, tidak seorang pun telah mengubah dunia seperti halnya Yesus. Melalui kematian, kebangkitan, dan pemerintahan-Nya di surga, Dia telah mengubah dunia dan mengubahkan kehidupan saya. Saya mungkin peduli dengan siapa yang memenangkan World Series tahun ini, tetapi Yesus yang akan tetap berarti bagi saya 10 tahun dari sekarang. Jika Anda meluangkan waktu membaca buku ini, mungkin Anda mengeri apa yang sedang saya bicarakan.

Tuhan, aku menempatkan gambaran Wahyu pada pusat perhatiaanku hari ini. Terima kasih atas perbedaan yang Engkau adakan di dalam kehidupanku.