“Maka keluarlah seorang malaikat lain dari Bait Suci: dan ia berseru dengan suara nyaring kepada Dia yang duduk di atas awan itu: ‘Ayunkanlah sabit-Mu itu dan tuailah, karena sudah tiba saatnya untuk menuai; sebab tuaian di bumi sudah masak.’ DAN IA , YANG DUDUK DI ATAS AWAN ITU, MENGAYUNKAN SABITNYA KE ATAS BUI, DAN BUMI PUN DITUAILAH” (Wahyu 14: 15, 16).

“Anak Manusia” yang duduk di atas awan (Why. 14: 14) merujuk pada kedatangan Yesus kedua kali. Meskipun ayat ini tidak menggunakan istilah-istilah gandum atau bulir-bulir padi, yang dimaksud dalam gambaran ini adalah bulir-bulir padi. Selanjutnya (ayat 17-20) menyoroti suatu panen buah anggur, yang diikuti dengan pemerahan sari buah anggur. Panen bulir-bulir padi dalam ayat ini melambangkan pengumpulan jiwa orang-orang benar untuk berada bersama-sama Yesus. Mereka adalah “ke-144.000 orang yang telah ditebus dari bumi” (ayat 3). Bagi umat manusia, kedatangan Yesus yang kedua kalinya merupakan “jalan keluar” utama dari kondisinya yang menyedihkan.

Tumbuh besar di New York City, saya menyadari bahwa cara terbaik untuk berkeliling kota adalah naik kereta bawah tanah. Menggendarai mobil itu lambat, biaya parkir mahal, dan kadang dibutuhkan waktu yang lebih lama mencapai tempat parkir dibandingkan waktu untuk berjalan-jalan!

Di lain pihak, kereta bawah tanah, bising, penuh sesak, tapi cepat mengantarkan Anda ke tempat tujuan dengan ongkos terjangkau. Bagi pengunjung pertama kali kesana, tempat itu bisa membinggungkan. Berbagai jalur menggunakan segala jenis simbol, dan berbeda antara kereta ekspres dan biasa. Saya sering membuat kagum pengunjung dengan mengantarkan mereka melewati labirin-labirin yang tampaknya tak tertembus tanpa kesulitan.

Jika memasuki dan mencari jalan melewati sistem stasiun kereta bawah tanah bisa jadi memusingkan, jalan keluarnya sangat muda jika Anda mengerti Bahasa Inggris. Tidak peduli sedalam apa Anda masuk, Anda bisa selalu mencari kata-kata “ke jalan” atau “jalan keluar ke jalan.” Jika Anda mengikuti papan-papan tanda itu pada akhirnya Anda tiba diluar. Begitu Anda turun dari kereta, dan pada setiap persimpangan, kata-kata “ke jalan” menunjukkan jalan menuju ke uadara terbuka yang disinari matahari.

Kehidupan hari ini bisa sama membingungkannya dengan mencari-cari jalan stasiun kereta bawah tanah di New York. Tetapi tidak peduli seberapa rumit kehidupan kita. Firman allah mengarahkan kita kepada Yesus. Dia selalu ada bagi kita. Jika Anda meluangkan waktu untuk menjalin hubungan dengan Dia, maka Dia akan selalu ada membimbing Anda ke mana pun arah yang Anda tuju. Yesus akan menerangi hari-hari Anda. Dan seandainya Anda menjadikannya sebagai kebiasaan untuk mencari Dia setiap hari, suatu hari nanti Dia akan membawa Anda ke jalan-jalan di surga!

Tuhan, tunjukkan aku jalan keluar dari permasalahan dan kesukaran yang aku hadapi hari ini.