“Dan seorang malaikat lain keluar dari Bait Suci yang di sorga; juga padanya ada sebilah sabit tajam. Dan seorang malaikat lain datang dari mezbah; ia berkuasa atas api dan ia berseru dengan suara nyaring kepada malaikat yang memegang sabit tajam itu, katanya: ‘AYUNKANLAH SABITMU YANG TAJAM ITU DAN POTONGLAH BUAH-BUAH POHON ANGGUR DI BUMI’ karena buahnya sudah masak’” ( Wahyu 14: 17, 18).

Kita mendapati adanya persamaan struktural antara latar belakang zaman akhir di Wahyu 13 dan 14 dengan Yoel 2:28-3:21. Jika Anda ingin memahiami Wahyu, Anda perlu tahu tentang kitab Yoel: (1) Yoel mengilustrasikan Roh Kudus dicurahkan. (2) Dia melihat penampakan tanda-tanda di langit. (3) Bangsa-bangsa di dunia berkumpul di luar kota Yerusalem untuk menyerang “umat yang sisa.” (4) Akhirnya, Allah menyatakan penghakiman-Nya dari Bukit Sion dan “mengirik” orang-orang yang menentang umatnya. Kisah dalam Yoel 3 bercerita tentang pengumpulan orang-orang dari seluruh dunia. Umat yang sisa berkumpul di Bukit Sion (Yerusalem-Yoel 2:32; 3:1). Orang-orang jahat berkumpul di Lembah Yosafat, tepat di luar Kota Yerusalem, di mana mereka menemui nasib mereka (Yoel 3:2, 9-17).

Kitab Wahyu cocok dengan alur kisah Kitab Yoel. (1) Allah mencurahkan Roh-Nya (Why. 5:6). (2) Timbul tanda-tanda di langit (Why. 6:12; 7:3). (3) Bangsa-bangsa di dunia menyerang umat yang sisa di Bukit Sion (Why. 13:8-10, 12-18; 14:1-3). (4) Bangsa-bangsa diinjak-injak dan dihancurkan di luar Kota Yerusalem. Jadi Wahyu 13 dan 14 sejalan dengan Yoel 2 dan 3.

Kedua pasal tersebut menyoroti peperangan terakhir dalam sejarah bumi dalam pengertian local dan harfiah. Yerusalem berdiri di puncak bukit dan dikelilingi lembah-lembah pada ketiga sisinya. Umat Allah bergerombol di dalam kota benteng, di semua sisinys dikelilingi kekuatan musuh. Dalam menafsirkan Kitab Wahyu gambaran ini telah menjadi mendunia dan rohani (perhatikan kata “bumi” disebut enam kali dalam pasal ini). Israel bergerombol di dalam kota benteng Yerusalem menggambarkan secara rohani pengumpulan di dalam Kitab Yoel kepada orang-orang yang menurut amaran ketiga malaikat dibanding mereka yang tidak.

Gambaran peperangan di dalam Wahyu merupakan hal rohani bagi orang-orang Kristen (2 Kor. 10:3-5; Why. 16:15). Senjata-senjata peperangan Kristiani bukanlah sejenis senjata yang akan merobek-robek tubuh Anda hingga berkeping-keping. Peperangan rohani adalah peperangan melawan proses berpikir, ide-ide, dalam alam berpikir, serta sikap. Dosa begitu menarik dan penuh tipu daya sehingga Allah telah membeberkan secara gamblang akibat-akibatnya dalam ayat ini agar kita menganggap serius peperangan itu.

Tuhan, dalam penglihatan ini Engkau telah memberikan sekilas gambaran tentang dua kelompok yang saling bertentangan menjelang akhir zaman. Tolong aku untuk selalu mengikuti umat yang sisa, ke-144.000 orang itu.