“Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke kilangan besar, yaitu murka Allah. DAN BUAH-BUAH ANGGUR ITU DIKILANGAN DI LUAR KOTA DAN DARI KILANGAN ITU MENGALIR DARAH, TINGGINYA SAMPAI KE KEKANG KUDA dan jauhnya dua ratus mil” (Wahyu 14:19, 20).

Hari itu hari pertama saya terjun dalam pelayanan. Mentor pelayanan penginjilan organisasi gereja yang memperkerjakan saya, turut bersama-sama saya. Menambah rasa percaya diri saya menemui orang-orang, dengan senang hati saya menerima tawarannya. Dia mengatakan akan mencontohkan kepada saya bagaimana mengetuk pintu-pintu rumah lalu mengajak orang bercakap-cakap. Majalah yang kami bawa hari ini tentang merokok. Di sampulnya terpampang dua gambar, paru-paru yang sehat dan paru-paru yang rusak akibat merokok. Saat seseorang membukakan pintu, dia memperlihatkan sampul majalah dan bertanya,”Apakah Anda merokok?” Jika ya, dia menunjuk gambar-gambar itu dan berkata, “Ini gambar paru-paru yang sehat dan ini gambar paru-paru seorang perokok.” Orang-orang yang kami kunjungi memperlihatkan rasa ngeri dan jijik. Mereka pun menerima majalah itu.

Minggu berikutnya saya bersamanya lagi untuk menindaklanjuti kunjungan kami. Semua orang yang telah menerima majalah ternyata berhenti merokok! Kebanyakan mereka berterima kasih kepada kami karena telah menyampaikan informasi itu kepada mereka. Kunjungan kami telah membuat mereka semakin dapat mengontrol keputusan serta pilihan-pilihan mereka.

Saya terus mengunjungi rumah-rumah dan mengantarkan majalah-majalah dengan berbagai topik. Namun hal mengherankan terjadi beberapa minggu kemudian. Semua orang telah berhenti merokok, dengan malu-malu mengakui mulai merokok lagi kurang lebih dua minggu. Ternyata rasa takut adalah motivator yang kuat, tetapi efeknya hanya bertahan dua minggu!

Gambaran kehilangan anggur dalam ayat ini sungguh menakutkan. Tampaknya Yohanes bertekad menakut-nakuti semua orang yang bersikap setengah-setengah untuk taat sepenuhnya kepada Kristus. Garis pemisah sudah jelas, orang-orang jahat akan dihancurkan, dan mereka yang bijak akan memilih mengikut Kristus dan menata ulang kehidupan mereka. Rasa takut sebagai motivator memang efektif, tetapi tidak berlangsung lama. Jika membaca Kitab Wahyu, memotivasi Anda untuk memiliki kehidupan yang diubahkan, jangan ragu-ragu untuk membuat keputusan yang hanya setengah hati. Anda perlu mengarahkan segala daya upaya sementara motivasinya belum lenyap. Dengan mengabdikan diri sepenuhnya kepada Kristus dan menetapkan kembali arah hidup Anda, kebiasaan-kebiasaan baru terbentuk, dan Anda akan sanggup mendobrak tembok kelemahan saat rasa takut itu sirna. “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu” (Ibr. 3:8).

Tuhan, tolong aku agar tidak menghindar dari tindakan drastis hari ini.