“Dan mereka menyayikan NYANYIAN MUSA, hamba Allah, dan NYANYIAN ANAK DOMBA,bunyinya: ‘Besar dan ajaib segala perkerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!’” (Wahyu 15:3).

Bunyi nyanyian yang menyerukan pada latar ini sungguh tak terduga, terutama karenasetelah sungai berair darah maka kita menyaksikan tulah yang jauh lebih mengerikan (Why. 14:19-15:2). Agaknya itu saat yang tepat untuk melarang adanya music dan kegirangan. Namun terkadang nyanyian yang paling efektif terdengar di saat tidak seorang pun merencanakannya.

Itu hanya sebuah audisi. Itulah sebabnya mengapa tidak ada drum, penyanyi latar, dan target. Sam Phillips telah mendengar tentang seorang pemuda tampan yang menyanyikan lagu-lagu balada, tahu akor-akor gitar, dan diberkati dengan nama orisinil Elvis Presley. Untuk mencari tipe suara yang baru. Phillips telah mengetes hampir setiap musim penyanyi di Memphis di studionya Sun Records. Pada malam hari di musim panas itu, sehari setelah hari 4 Juli 1954, Elvis yang berumur 19 tahun adalah yang berikutnya diaudisi.

Phillips meminta dua musisi terpercaya, gitaris Scotty Moore dan pemain gitar bass Bill Black, untuk mengiringi. Pukul 7 malam, setelah beberapa menit basa-basi dan tertawa gugup, Phillips mengatur trio itu. Lalu dia menanyakan Elvis, lagu apa yang ingin dia mainkan. Tertawa lebih gugup lagi. Elvis hanya tahu beberapa lagu saja, dan kebanyakan tidak mampu dia mainan hingga akhir. Entah bagaimana, kelompok ini berhasil memainkan “Harbor Lights” lagu popular Big Crosby di tahun 1950. Dari ruang control, Phillips berkata, “Cukup baik,” meskipun sebenarnya tidak. Elvis kedengaran membosankan dan kaku. Sehingga Phillips menyatakan istirahat sejenak.

Membuang semua formalitas, Elvis meraih gitar dan mulai agak liar, memainkan satu lagu blues karangan Arthur (Big Boy) Crudup berjudul “’That’s All Right.” Elvis tidak me nyanyikan dengan gaya blues, dan dia kedengaran sangat senang, dan ritmenya hampir semuanya salah- terlalu liar. Lalu Black mulai memetik gitar basnya untuk memberi mat sementara gitar Moore tidak sejalan dengan melodi lagu. Keluar dari ruang control, Phillips memberitahu tiga serangkai itu agar memilih tempat untuk terus bermain. Dua malam kemudian, “That’s All Right” memgudara di radio-radio di Memphis. Phillips mendapatkan suara barunya, dan era rock and roll pun dimulai.

Seandainya Elvis Presley tidak pernah menjalani rekaman dalam suatu sesi formal itu, mungkin tak seorang pun pernah mendengar tentang dirinya. Terlepas dari baik buruknya, memang misik sangat kuat pengaruhnya bila mencerminkan kedalaman pengalaman unik seseorang. Demikianlah nyanyian yang akan dinyanyikan oleh mereka yang timbul dari pengalaman yang mendalam.

Tuhan, perdalam pengalamanku dengan cara yang tidak pernah kuduga. Aku ingin mampu menyanyikan Nyanyian Musa dan Nyanyian Anak Domba.