“Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: ‘Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan ALLAH YANG MAHAKUASA! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!”’ (Wahyu 15:3).

Bebarapa kali kitab Wahyu menggambarkan Allah sebagai “yang mahakuasa.” Kata Bahasa Inggris menerjemahkan kata majemuk Bahasa Yunani ”semua” dengan “berkuasa” atau “perkasa.” Jika Tuhan memang mahaperkasa, maka kita tidak perlu khawatir. Dia sanggup melakukan hal-hal besar bagi kita, jika kita menempatkan diri kita di tempat Dia ingin kita berada.

Seorang gadis kecil menangis terisak-isak dekat sebuah gereja kecil. Dia ditolak masuk karena gereja telah “penuh sesak.” “Aku tidak bisa ikut sekolah Minggu,” isaknya kepada pendeta yang lewat. Melihat penampilannya yang lusuh dan compang-camping, pendeta menebak itulah alasan sebernanya mengapa dia ditolak, dan sambil meraih tangannya, pendeta menuntunnya ke dalam dan mencarikan tempat untuknya di kelas sekolah Minggu.

Kurang lebih dua tahun kemudian, anak tersebut meninggal dan orangtuanya memanggil pendeta baik hati itu untuk menangani persiapan pemakaman. Saat tubuh gadis malang itu dipindahkan, keluarga si anak menemukan dompet usang merah berisikan 57 sen dan catatan tulisan tangan anak-anak, yang bunyinya: “Uang ini untuk membantu memperbesar gereja agar lebih banyak anak bisa hadir di sekolah Minggu. “Selama dua tahun gadis kecil itu telah menabung agar memberikan persembahan tanda kasih ini. Saat pendeta berlinang air mata membacakan surat itu, dia segera tahu apa yang akan dilakukan. Sambil membawa surat dan dompet merah itu ke atas mimbar, dia menceritakan kasih pengorbanan si gadis kecil. Dia menantang para diakennya untuk turun tangan mengumpulkan uang guna memperbesar bagunan gereja.

Namun kisah ini belum beakhir di sini. Sebuah surat kabar menerbitkan kisahnya. Seorang agen property mewah yang kaya-raya membacanya dan menawarkan kepada mereka hadiah tanah senilai ribuan dolar. Saat diberitahukan bahwa gereja tidak sanggup membayar jumlah sebesar itu, dia menawarkan untuk menjual tanah itu kepada gereja kecil itu seharga 57 sen. Dampaknya, para anggota gereja memberikan sumbangan yang besar. Cek mengalir dari sana sini. Dalam waktu lima tahun persembahan gadis kecil tersebut telah berkembang menjadi 250.000 dolar-satu jumlah yang sangat besar kala itu. Kasihnya yang rela berkorban telah memperoleh imbalannya.

Kini di Philadelphia berdiri gereja Baptis Temple berkapasitas 3.300 orang, dan University of Temple, yang jumlah mahasiswanya ribuan orang. Persembahan gadis kecil itu telah mengilhami orang-orang mendirikan keduanya. Ini menunjukkan apa yang sanggup dilakukan Yang Mahakuasa dengan uang 57 sen.

Tuhan, tolong aku agar tetap melayani Engkau walau tugas itu tampak sepele atau hasilnya kecil. Hari ini beri aku iman kepada Yang Mahakuasa!