“Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, YANG BERJAGA-JAGA DAN YANG MEMPERHATIKAN PAKAIANNYA, SUPAYA IA jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya” (Wahyu 16: 15).

Jatuh tertidur adalah metafora bagi kebanyakan kita dalam mempraktikkan iman. Kita lakukan perbuatan keagamaan, menyanyikan lagu-lagu penyambahan hingga selesai tanpa ingat satu kata pun, dan bahkan berdoa dan membaca Alkitab dalam keadaan bingung, seakan-akan ada kabut yang mencegah itu agar tidak berdampak dalam kehidupan kita. Tetapi kita tidak perlu terus-menerus berada dalam kabut itu. Allah punya obat penawarnya.

Seorang Katolik sejak kecil, benama Dan, menganggap Vicky Nelson sangat menyebalkan. Dia tidak tahan menghadapinya di tempat kerja. Mengapa? Karena dia sangat tenang sepanjang waktu. Dia itu memancarkan ketenagan. Kedamaian bersinar dari dalam dirinya bagai obat penenang rohani. Baginya seakan-akan Vicky menggunakan obat-obatan atau sejenisnya.

“Mengapa engkau sedemikian tenang sepanjang waktu?” tanyanya suatu hari. Vicky menjawab dengan penuh damai, “Imanku.”
“Iman apa?” katanya tergagap-gagap. “Aku punya iman, aku seorang Katolik!” Lalu Vicky jawab ulang, “Imanku.”

“Apa maksudmu?” Dan selalu percaya pada Allah tapi merasa bahwa orang-orang yang menyebut diri mereka “lahir baru” pastilah orang-orang gila. Saat orang-orang Kristen menelepon ke acara radionya, dia memutarkan lagu tema The Twilight Zone sebagai lagu latar.

Vicky membawanya ke toko buku Kristen. Dia membeli Alkitab dan mengambil pamphlet kuning kecil berjudul “Empat Hukum Spiritual.” Pada buklet itu terpampang gambar srorang pria kecil sedang duduk di atas takhta. Terdapat tulisan di pamphlet itu: “Turunlah dari takhta itu, dan tempatkanlah Dia yang telah menciptakan Anda di atas takhta itu.”

Hmmm, pikir Dan. Sejauh ini masuk akal. Dia bertelut dan berkata, “Baiklah, Tuhan, jika Engkau benar-benar ada, masuklah kedalam kehidupanku dan lakukan perkara-perkara- Mu! Amin.” Lalu dia naik ke tempat tidur dan membaca sebagian besar kitab Yohanes. Namun dia tertidur sebelum menyelesaikannya. Keesokan harinya dia terbangun dan merasa seolah-olah penuh kedamaian. Alsannya sederhana. Sekarang dia sadar bahwa dia mempercayai Tuhan. Tiba-tiba saja dia sangat rindu untuk membaca Alkitab. Dan itu masuk akal baginya! Hanya Tuhan bisa melakukan keajaiban seperti itu.

Obat penawar untuk penyakit tertidur rohani adalah “mintalah maka akan diberikan kepadamu” (Mat.7:7). Sebenarnya hanya masalah “mengecap dan melihat” (Mzm. 34:8). Allah itu nyata dan Dia sedang menunggu untuk memperlihatkan diri-Nya kepada kita.

Tuhan, aku mengundang Engkau ke dalam kehidupanku hari ini. Jangan biarkan apa pun juga memisahkan aku dari-Mu.