“Kemudian dari pada itu aku melihat seorang malaikat lain turun dari sorga. Ia mempunyai kekuasaan besar dan bumi menjadi terang oleh kemuliaanya. Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya:’SUDAH RUBUH, SUDAH RUBUH BABEL, KOTA BESAR ITU, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci, KARENA SEMUA BANGSA TELAH MINUM DARI ANGGUR HAWA NAFSU CABULNYA DAN RAJA-RAJA DI BUMI TELAH BERBUAT CABUL DENGAN DIA, DAN PEDAGANG-PEDAGANG DI BUMI TELAH MENJADI KAYA OLEH KELIMPAHAN HAWA NAFSUNYA. (Wahyu 18:1-3).

Ayat ini digenapi tepat sebelum kedatangan Yesus yang kedua kali. Namun prinsip Babel ini sering ditemukan di banyak tempat. Babel lebih dari sekedar tempat yang berbahaya pada berbagai kesempatan lain.

Amerika Serikat dewasa ini bukanlah negara yang jahat, namun totaliter atau penindasan seperti Asyur atau Nazi Jerman. Negara-negara seperti itu secara otomatis mengundang penilaian kecuali mereka bertobat. Namun tampaknya ayat ini lebih dapat diterapkan pada Amerika Serikat. Saat ini kita hidup di dunia di mana rekanan dagang yang dominan kebanyakan negara di dunia adalah Amerika Serikat. Dan walaupun banyak barang-barang yang diperjualbelikan secara netral dalam pengertian rohani, banyak barang-barang dagang Amerika memberikan sumbangsih kepada kejahatan di dunia ini.

Amerika telah menjadi eksportir imoralitas nomor satu. Salah satu acara televise paling banyak ditonton di dunia selama bertahun-tahun adalah Baywatch. Apakah mengherankan jika beberapa negara Islam, yang berkuasa mencegah buka-bukaan anggota tubuh di muka umum, menganggap Amerika Serikat sebagai “si Setan besar?” Bagaimana pun, kepentingan Amerika di Timur Tengah tampaknya cukup jelas. Saat pemerintah Saudi menuntut agar kedutaan Amerika menutup tempat-tempat ibadah dan klub malam untuk warganegara Amerika, pihak kedutaan berkompromi. Jika mereka bisa membuat klub malam tetap buka, mereka akan menutup tempat-tempat ibadah.

Ekspor berupa demokrasi bergaya Amerika kelihatan seperti suatu perbaikan bagi penindasan, tetapi sering dibarengi dramatisnya peningkatan angka kejahatan bergaya mafia. Lagu-lagu popular di negara-negara demokrasi baru mengagung-angungkan oabt-obat terlarang dan pemerkosaan, semua itu berkat industry hiburan Amerika. Terkejut oleh generasi muda yang memperoleh nilai-nilainya dari Hollywood dan MTV, para pejabat Cina memberlakukan control yang lebih ketat dalam moralitas publik.

Seandainya Yohanes hidup di zaman sekarang ini, akankah dia memberlakukan istilah Babel untuk Amerika Serikat?

Tuhan, berikan aku kejelasan untuk dapat melihat dengan jelas dosa-dosa yang terjadi di “pekaranganku” sendiri.